Pemilu jadi momentum percepat pertumbuhan ekonomi
Senin, 07 April 2014 - 12:42 WIB
Pemilu jadi momentum percepat pertumbuhan ekonomi
A
A
A
Sindonews.com - Pengamat Perencanaan Pembangunan Nasional Syahrial Loetan mengingatkan pemerintah pusat untuk menangkap semua momentum pertumbuhan ekonomi melalui pesta demokrasi Indonesia mendatang. Pasalnya, pemilu dinilai menjadi momentum tepat untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.
"Pemerintah harus cermat menangkap dan memanfaatkan momentum pemilihan umum (pemilu) legislatif dan presiden tahun 2014 agar pertumbuhan tinggi bisa kita capai," kata dia dalam rilisnya di Jakarta, Senin (7/4/2014).
Menurut Syahrial, geliat perekonomian masyarakat menjelang dan saat pemilu kali ini cukup signifikan, terutama sektor-sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), yang akan mendorong perekonomian hingga 2-3 persen.
Sektor-sektor UMKM tersebut, dia menjelaskan, akan memproduksi besar-besaran berbagai atribut dan keperluan partai politik (parpol) yang akan digunakan menjelang dan saat pemilu 9 April dan pemilihan presiden pada 9 Juni 2014.
Dia mencontohkan, industri-industri garmen akan terlibat mendongkrak perekonomian nasional karena kebutuhan penggunaan bahan baku kain menjadi sangat tinggi, baik untuk pembuatan bendera-bendera partai, kaos dan atribut lainnya.
Peningkatan permintaan bahan baku kain itu, berdampak pada meningkatnya jumlah pekerja, sehingga berimplikasi pada tingkat pengangguran yang akan turun drastis dan bermuara pada penurunan angka kemiskinan.
Karena itu, menurut Syahrial, pesta demokrasi tersebut akan membuka peluang-peluang ekonomi baru atau memiliki multiplier effects. Misalnya, di sekitar industri-industri kecil penghasil berbagai kebutuhan kampanye bagi parpol akan memiliki dampak lanjutan, seperti munculnya rumah makan sederhana yang dikelola oleh masyarakat setempat, sehingga banyak pihak akan menikmati perputaran uang saat pemilu nanti.
Meski demikian, kata dia, pemerintah tetap harus mengoptimalkan momentum yang ada, baik untuk mempercepat pembangunan beberapa sektor infrastruktur di seluruh Indonesia, juga untuk memastikan terjaganya keamanan saat pemilu berlangsung, termasuk memberdayakan masyarakat untuk terlibat aktif menjaga keamanan di setiap lingkungan.
"Yang penting, pemerintah harus bisa menjamin keamanan dan rasa aman pada masyarakat, sehingga banyaknya uang beredar akan benar-benar dapat memberikan multiplier effects bagi ekonomi nasional. Namun, jika pemerintah cuma sibuk beretorika dan lebih mementingkan partainya, momentum itu pasti hilang," tutur Syahrial.
"Pemerintah harus cermat menangkap dan memanfaatkan momentum pemilihan umum (pemilu) legislatif dan presiden tahun 2014 agar pertumbuhan tinggi bisa kita capai," kata dia dalam rilisnya di Jakarta, Senin (7/4/2014).
Menurut Syahrial, geliat perekonomian masyarakat menjelang dan saat pemilu kali ini cukup signifikan, terutama sektor-sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), yang akan mendorong perekonomian hingga 2-3 persen.
Sektor-sektor UMKM tersebut, dia menjelaskan, akan memproduksi besar-besaran berbagai atribut dan keperluan partai politik (parpol) yang akan digunakan menjelang dan saat pemilu 9 April dan pemilihan presiden pada 9 Juni 2014.
Dia mencontohkan, industri-industri garmen akan terlibat mendongkrak perekonomian nasional karena kebutuhan penggunaan bahan baku kain menjadi sangat tinggi, baik untuk pembuatan bendera-bendera partai, kaos dan atribut lainnya.
Peningkatan permintaan bahan baku kain itu, berdampak pada meningkatnya jumlah pekerja, sehingga berimplikasi pada tingkat pengangguran yang akan turun drastis dan bermuara pada penurunan angka kemiskinan.
Karena itu, menurut Syahrial, pesta demokrasi tersebut akan membuka peluang-peluang ekonomi baru atau memiliki multiplier effects. Misalnya, di sekitar industri-industri kecil penghasil berbagai kebutuhan kampanye bagi parpol akan memiliki dampak lanjutan, seperti munculnya rumah makan sederhana yang dikelola oleh masyarakat setempat, sehingga banyak pihak akan menikmati perputaran uang saat pemilu nanti.
Meski demikian, kata dia, pemerintah tetap harus mengoptimalkan momentum yang ada, baik untuk mempercepat pembangunan beberapa sektor infrastruktur di seluruh Indonesia, juga untuk memastikan terjaganya keamanan saat pemilu berlangsung, termasuk memberdayakan masyarakat untuk terlibat aktif menjaga keamanan di setiap lingkungan.
"Yang penting, pemerintah harus bisa menjamin keamanan dan rasa aman pada masyarakat, sehingga banyaknya uang beredar akan benar-benar dapat memberikan multiplier effects bagi ekonomi nasional. Namun, jika pemerintah cuma sibuk beretorika dan lebih mementingkan partainya, momentum itu pasti hilang," tutur Syahrial.
(rna)
Lihat Juga :