S&P naikkan peringkat Stand Alone Credit Profile PLN

Senin, 07 April 2014 - 15:56 WIB
S&P naikkan peringkat...
S&P naikkan peringkat Stand Alone Credit Profile PLN
A A A
Sindonews.com - Standard & Poors (S&P) menaikkan Stand Alone Credit Profile (SACP) PT PLN (persero) dari B+ menjadi BB-.

Manajer Komunikasi Korporat PLN Bambang Dwiyanto mengatakan, alasan kenaikan SACP PLN ini adalah karena S&P yakin akan adanya perbaikan cash flow menyusul kenaikan tarif listrik dan pembangkit PLN yang masih berlangsung dalam tahap komisioning hingga saat ini.

S&P berharap kontribusi subsidi terhadap pendapatan total PLN akan semakin berkurang menyusul kenaikan tarif listrik. “Jika pada tahun 2012 porsi subsidi adalah 44 persen terhadap pendapatan total PLN, maka pada tahun 2013 telah turun menjadi 39 persen,” kata dia dalam rilisnya Senin (7/4/2014).

Menurut dia, perbaikan cash flow didukung oleh fuel mix pembangkit yang terus membaik karena adanya tambahan beroperasinya beberapa PLTU Tahap 1, di mana pada 2012 sebesar 15 persen energi yang diproduksi berasal dari bahan bakar minyak telah turun menjadi hanya 12 persen pada 2013.

Di samping itu, perseroan tahun lalu juga telah berhasil menurunkan persediaan pada level yang optimal, sehingga terjadi penurunan jumlah persediaan sebesar Rp5,4 triliun dibandingkan 2012 yang menunjukkan adanya perbaikan working capital perusahaan.

“Perbaikan ini akan meningkatkan EBITDA dan memperkuat internal cash perusahaan,” ungkapnya.

Kalau dilihat laporan keuangan PLN 2013, bottom line PLN mengalami kerugian Rp29,6 triliun. Namun demikian, tidak berarti profil risiko PLN memburuk karena dari analisis laporan keuangan PLN, kerugian bottom line PLN lebih disebabkan karena adanya posisi pencatatan outstanding utang PLN yang mayoritas dalam valuta asing, sehingga menyebabkan rugi translasi sebesar Rp48,1 triliun, tapi tidak ada pengeluaran cash.

Maka dari itu S&P menaikkan posisi SACP PLN dari B+ menjadi BB-. Selain itu, juga perbedaan yield antara obligasi global PLN dengan obligasi global pemerintah juga semakin turun.

“Untuk obligasi global PLN yang jatuh temponya 2021, 2037 dan 2042 hanya berbeda 80-91 basis point (bps) dari obligasi global pemerintah,” ungkap dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kompor Induksi Buat...
Kompor Induksi Buat Hidup Jadi Lebih Praktis, Nyaman dan Hemat
PLN Runners Bertekad...
PLN Runners Bertekad Sukseskan PLN Mobile Color Run 2025 di Palembang
Program Ikatan Kerja...
Program Ikatan Kerja PT PLN (Persero) Resmi Dibuka, Ini Persyaratannya!
Alasan PLN Matikan Listrik...
Alasan PLN Matikan Listrik Pelanggan saat Hujan Deras
PLN Startup Day 2025...
PLN Startup Day 2025 Dukungan Kembangkan Startup Greentech Indonesia
Viral, Tiang Listrik...
Viral, Tiang Listrik Berdiri di Tanah Warga, Mau Dipindah PLN Minta Rp12,6 Juta
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
1 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
1 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
2 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
2 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
3 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
4 jam yang lalu
Infografis
19 Kampus Indonesia...
19 Kampus Indonesia yang Peringkat Dunianya Melonjak di QS WUR 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved