BUMN diminta negosiasi Freeport dan PLN soal dividen

Kamis, 10 April 2014 - 17:43 WIB
BUMN diminta negosiasi...
BUMN diminta negosiasi Freeport dan PLN soal dividen
A A A
Sindonews.com - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menuturkan, setoran dividen BUMN ke kas negara untuk APBN 2014 sebesar Rp40 triliun tidak akan terpenuhi.

Pasalnya, ada penyumbang dividen yakni PT Freeport Indonesia dan PT PLN (persero) tidak bisa menyetorkan dividen tahun buku 2013 akibat persoalan keuangan. Akibatnya, jumlah dividen tahun buku 2013 untuk APBN 2014 hanya berkisar Rp37,5 triliun sampai Rp38,5 triliun.

Menanggapi hal itu, Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro meminta Kementerian BUMN untuk menegoisasikan kembali setoran dividen dengan PT PLN dan PT Freeport Indonesia. Pasalnya, sebagai pemegang saham, Indonesia meminta perolehan dividen.

"Enggak (usah) maksa-maksa. Sudah ada kontrak perjanjiannya masih bisa dinegoisasikan. Harusnya bisa ya pemerintah dalam hal ini Kementerian BUMN," ujar Bambang di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (10/4/2014).

Sekedar informasi, meskipun PT Freeport bukan BUMN tetapi pemerintah masih memiliki saham 9,36 persen. Karena itu pemerintah berhak mendapatkan dividen. Sebagai catatan, pada 2012 dan 2013, Freeport juga tidak menyetor BUMN. Untuk 2014, Freeport ditargetkan menyetor dividen sebesar Rp1,5 triliun sementara PT PLN sekitar Rp2 triliun sampai Rp3 triliun.

Bambang mengatakan, keputusan untuk tidak menyetor dividen memang sudah diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). "Kalau mau nambah kan masalahnya sebagian besar perusahaan sudah menentukan dividennya dalam RUPS. Sebagian besar RUPS sampai Juni," imbuhnya.

Mengingat sejumlah BUMN sudah melakukan RUPS, Bambang menambahkan pemerintah sulit menambah target dividen secara keseluruhan pada APBN-P 2014. Padahal, dalam beberapa tahun terakhir, target dividen BUMN biasanya dinaikkan saat mengajukan APBN-P.

Pada 2012 misalnya, target dividen dalam APBN 2013 dinaikkan dari Rp28,01 triliun menjadi Rp30,8 triliun pada APBN-P 2013. Sementara pada 2014 dari Rp33,5 triliun dalam APBN 2013 menjadi Rp36,5 triliun.

"Kita harus realistis dong. Agak berat kalau menambah lagi. Realistis saja paling mending. Itu bagian dari penyesuaian saja di APBNP," ujarnya.

Seperti diketahui, setoran dividen BUMN ke kas negara mengalami fluktuatif pada periode 2008-2013. Jika pada 2008, besarannya menembus Rp29,1 triliun maka pada 2009 menjadi Rp26,1 triliun, pada 2010 menjadi Rp30,1 triliun, 2011 sebesar Rp28,2 triliun, pada 2012 mencapai Rp30,8 triliun dan pada 2013 sebesar Rp33,8 triliun.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Srikandi BUMN Hadirkan...
Srikandi BUMN Hadirkan Lingkungan Kerja yang Inklusif
Kekecewaan Jokowi pada...
Kekecewaan Jokowi pada Sejumlah BUMN Sakit, Direspons DPP Pekat IB dengan Aduan ke KPK
Diskusi Mencari Sosok...
Diskusi Mencari Sosok yang Tepat Membangkitkan BUMN
Garuda Indonesia Raih...
Garuda Indonesia Raih Lima Penghargaan Terbaik Pada Ajang BUMN Branding and Marketing Award 2020
BUMN Dipangkas Jadi...
BUMN Dipangkas Jadi 30, Ini Perusahaan yang Bakal Dimerger
Erick Thohir Bakal Tutup...
Erick Thohir Bakal Tutup 7 Perusahaan BUMN yang Tak Beroperasi
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
28 menit yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
1 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
2 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
2 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
3 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
4 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved