Gubernur tegaskan Aceh aman untuk investor
Selasa, 15 April 2014 - 10:34 WIB
Gubernur tegaskan Aceh aman untuk investor
A
A
A
Sindonews.com - Nangroe Aceh Darussalam (NAD) belum lama ini diisukan dalam kondisi tidak aman. Penerapan syariat Islam yang dituding melanggar hak asasi manusia (HAM) hingga gangguan keamanan terkait pemilu legislatif dan pemilu presiden menjadi hal yang mendasarinya.
Menanggapi hal itu, Gubernur NAD Zaini Abdullah menegaskan saat ini situasi di daerahnya dalam kondisi yang sangat aman. Bahkan jauh lebih Aman dari kota-kota besar lainnya di Indonesia.
"Penerapan syariat Islam juga berjalan lancar sama sekali, tidak ada masalah dengan kebijakan ini. Sebab syariat Islam justru menjadi pedoman yang mendorong perdamaian Aceh lebih terjamin," ujar dia dalam sambutannya pada acara The Aceh Business Forum di Four Seasons Hotel, Jakarta, Selasa (15/4/2014).
Rasa aman tersebut, sambungnya, juga dirasakan oleh kalangan dunia usaha. Selama dua tahun terakhir, investor mulai banyak yang membuka usaha di Aceh. Tidak hanya dalam negeri, investor asing pun sudah mulai menjalankan usahanya di Aceh.
"Para investor itu sama sekali tidak pernah mendapat hambatan atau gangguan, apalagi pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten/kota aktif membangun komunikasi," sambungnya lagi.
Pada prinsipnya, dia mengatakan, pemerintah Aceh dan seluruh pemerintahan di kabupaten/kota di Aceh sangat berkepentingan dengan kenyamanan-kenyamanan investor yang membuka usaha di Aceh.
Menurutnya, pemerintah Aceh dan seluruh jajarannya akan berada di garis depan dalam melindungi kalangan investor jika ada potensi gangguan yang mengusik mereka. Investor hanya tinggal patuhi aturan hukum dan aktif membangun komunikasi dengan pemerintah daerah setempat.
"Saya selaku kepala pemerintahan Aceh kembali menegaskan bahwa kami akan melindungi keamanan para investor, baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang berinvestasi di Aceh," tandasnya.
Menanggapi hal itu, Gubernur NAD Zaini Abdullah menegaskan saat ini situasi di daerahnya dalam kondisi yang sangat aman. Bahkan jauh lebih Aman dari kota-kota besar lainnya di Indonesia.
"Penerapan syariat Islam juga berjalan lancar sama sekali, tidak ada masalah dengan kebijakan ini. Sebab syariat Islam justru menjadi pedoman yang mendorong perdamaian Aceh lebih terjamin," ujar dia dalam sambutannya pada acara The Aceh Business Forum di Four Seasons Hotel, Jakarta, Selasa (15/4/2014).
Rasa aman tersebut, sambungnya, juga dirasakan oleh kalangan dunia usaha. Selama dua tahun terakhir, investor mulai banyak yang membuka usaha di Aceh. Tidak hanya dalam negeri, investor asing pun sudah mulai menjalankan usahanya di Aceh.
"Para investor itu sama sekali tidak pernah mendapat hambatan atau gangguan, apalagi pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten/kota aktif membangun komunikasi," sambungnya lagi.
Pada prinsipnya, dia mengatakan, pemerintah Aceh dan seluruh pemerintahan di kabupaten/kota di Aceh sangat berkepentingan dengan kenyamanan-kenyamanan investor yang membuka usaha di Aceh.
Menurutnya, pemerintah Aceh dan seluruh jajarannya akan berada di garis depan dalam melindungi kalangan investor jika ada potensi gangguan yang mengusik mereka. Investor hanya tinggal patuhi aturan hukum dan aktif membangun komunikasi dengan pemerintah daerah setempat.
"Saya selaku kepala pemerintahan Aceh kembali menegaskan bahwa kami akan melindungi keamanan para investor, baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang berinvestasi di Aceh," tandasnya.
(gpr)
Lihat Juga :