Saham LRNA sesi I ditutup merosot 85 poin
Selasa, 15 April 2014 - 12:25 WIB
Saham LRNA sesi I ditutup merosot 85 poin
A
A
A
Sindonews.com - PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) pada perdagangan sesi I hari pertama di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) parkir pada level Rp815 per lembar saham. Posisi itu merosot 85 poin atau 9,44 persen dari harga penawaran Rp900 per saham.
Posisi saham LRNA tertinggi pada perdagangan perdana hari ini di level Rp990 per lembar saham, sedangkan terendah berada di level Rp795 per lembar saham. Saham LRNA ditransaksikan sebanyak 5.481 kali dengan nilai Rp22,4 miliar dan volume transaksi tercatat sebanyak 26,54 juta lembar saham.
Sementara pada saat pencatatan saham perdana (listing) di BEI pagi tadi, saham LRNA dibuka turun 5 poin atau sebesar 0,55 persen ke level Rp895 per saham.
Dalam penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO), perseroan melepaskan sebanyak 150 juta lembar sahamnya atau setara dengan 42,86 persen dari total modal ditempatkan dan disetor. Dengan demikian, target dana hasil IPO mencapai Rp135 miliar.
Dana hasil IPO akan digunakan untuk pengembangan investasi baru armada bus AKAP, APTB dan BKTB serta rekondisi bus lama dengan porsi sampai 81 persen, sekitar 16 persen untuk fasilitas infrastruktur depo dan workshop Busway TransJakarta di Ceger, Jakarta Timur dan sisanya 3 persen untuk modal kerja.
Posisi saham LRNA tertinggi pada perdagangan perdana hari ini di level Rp990 per lembar saham, sedangkan terendah berada di level Rp795 per lembar saham. Saham LRNA ditransaksikan sebanyak 5.481 kali dengan nilai Rp22,4 miliar dan volume transaksi tercatat sebanyak 26,54 juta lembar saham.
Sementara pada saat pencatatan saham perdana (listing) di BEI pagi tadi, saham LRNA dibuka turun 5 poin atau sebesar 0,55 persen ke level Rp895 per saham.
Dalam penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO), perseroan melepaskan sebanyak 150 juta lembar sahamnya atau setara dengan 42,86 persen dari total modal ditempatkan dan disetor. Dengan demikian, target dana hasil IPO mencapai Rp135 miliar.
Dana hasil IPO akan digunakan untuk pengembangan investasi baru armada bus AKAP, APTB dan BKTB serta rekondisi bus lama dengan porsi sampai 81 persen, sekitar 16 persen untuk fasilitas infrastruktur depo dan workshop Busway TransJakarta di Ceger, Jakarta Timur dan sisanya 3 persen untuk modal kerja.
(rna)
Lihat Juga :