Aceh butuh strategi investasi berbeda

Selasa, 15 April 2014 - 16:32 WIB
Aceh butuh strategi...
Aceh butuh strategi investasi berbeda
A A A
Sindonews.com - Executive Director Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Hendri Saparini mengungkapkan, Nangroe Aceh Darussalam (NAD) membutuhkan strategi pembangunan dan investasi yang berbeda dari daerah lain. Hal ini mengingat kondisi masyarakatnya masih sedikit tertutup.

"Model pembangunan yang ada di Aceh itu berbeda. Saya sudah katakan mereka itu bertahun-tahun konflik, mereka baru kembali dari bencana, bahwa mereka kemudian lebih tertutup itu mestinya dianggap masalah bersama," ungkap dia usai menghadiri The Aceh Business Forum di Four Seasons Hotel, Jakarta, Selasa (15/4/2014).

Menurutnya, daerah yang dijuluki sebagai kota Serambi Mekah ini tidak bisa dibandingkan dengan daerah lain di Pulau Jawa yang sudah terbiasa dengan investasi dari luar, baik investasi domestik maupun asing. Perlu ada mekanisme investasi yang mengikutsertakan mereka.

"Mereka sudah berkonflik lama, mereka kepingin segera sejahtera. Kalau kemudian ada pertumbuhan ekonomi yang besar, tetapi tidak dirasakan manfaatnya itu kan bisa terjadi sebagaimana daerah lain. Itu malah memicu konflik lagi," imbuhnya.

Dia mengatakan, pariwisata menjadi salah satu strategi yang tepat untuk dikembangkan di Aceh guna menarik investor untuk menanamkan modalnya disana.

"Kita ingin mendorong orang Aceh terbuka dan orang luar bisa masuk. Proyeksi yang paling tepat adalah pariwisata karena dia akan melakukan soft visit, ini kan tidak salah. Tidak harus mendatangkan industri besar, ini dari aspek produknya. Kalau kita bisa menyaingi Malaysia dengan 25 juta kunjungan wisata dan dengan belanjanya USD20 miliar itu luar biasa," ucapnya.

Untuk menggaet investor, kata Hendri, tidak bisa hanya terus meyakinkan bahwa Aceh sudah aman. Perlu ada success story yang mampu meyakinkan investor bahwa Aceh sudah tidak menakutkan.

"Yang kedua adalah harus ada titik temu baik untuk investor dari luar maupun masyarakat Aceh untuk saling kenal. Maka tadi saya katakan pariwisata adalah yang paling baik untuk mengenalkan mereka," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
CPI Rilis Dasbor Pembiayaan...
CPI Rilis Dasbor Pembiayaan Listrik, Soroti Lonjakan Investasi EBT
Bijak Memilih, Berikut...
Bijak Memilih, Berikut Tips Aman Berinvestasi di Aset Digital
Daftar 14 Investasi...
Daftar 14 Investasi Ilegal yang Distop Satgas Waspada Investasi
Korban Dugaan Investasi...
Korban Dugaan Investasi Bodong Tanyakan Kelanjutan Kasusnya ke OJK
Penipuan Investasi Bodong...
Penipuan Investasi Bodong Dengan Kedok Investasi Beras
Thong Guan Industries...
Thong Guan Industries Bhd Investasi di KIT Batang Jawa Tengah
Berita Terkini
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
2 jam yang lalu
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
2 jam yang lalu
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
3 jam yang lalu
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
3 jam yang lalu
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
4 jam yang lalu
Rumah BUMN SIG di Rembang...
Rumah BUMN SIG di Rembang Catat Transaksi Rp6,9 Miliar
4 jam yang lalu
Infografis
Untuk Membangun Kembali...
Untuk Membangun Kembali Kota Gaza, Palestina Butuh Rp868 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved