Tak bagi dividen, BPK siap audit Freeport
Senin, 21 April 2014 - 14:32 WIB
Tak bagi dividen, BPK siap audit Freeport
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Purnomo Ak mengatakan, pihaknya sedang mengumpulkan data untuk melakukan audit terhadap Freeport.
Hal tersebut dilakukan BPK terkait keputusan PT Freeport Indonesia (Freeport) yang memutuskan tidak membagikan dividen kepada pemerintah untuk tahun buku 2014.
"Memang banyak masukan. Namun sebelum mengambil sikap, sebelum data kuat kita tidak bisa lakukan audit. Nanti akan terbentuk-bentuk tapi untuk ini BPK sudah kumpulkan data, kalau memang ini telah cukup baru akan dilakukan," ungkap dia di kantornya, Senin (21/4/2014).
Dia mengatakan, meskipun tahun ini Freeport lolos dari audit BPK, namun pihaknya akan tetap peduli dan mengumpulkan data terkait hal tersebut.
"Untuk Freeport walaupun tahun ini tidak diperiksa tapi kewajibannya tetap ada tiap tahunnya. BPK tetap peduli dan kumpulkan data terkait Freeport," ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kementerian BUMN mengatakan bahwa setoran dividen BUMN ke kas negara untuk APBN 2014 sebesar Rp40 triliun tidak akan terpenuhi.
Pasalnya, ada penyumbang dividen, salah satunya Freeport tidak bisa menyetorkan dividen tahun buku 2013 akibat persoalan keuangan. Akibatnya, jumlah dividen tahun buku 2013 untuk APBN 2014 hanya berkisar Rp37,5 triliun sampai Rp38,5 triliun.
Hal tersebut dilakukan BPK terkait keputusan PT Freeport Indonesia (Freeport) yang memutuskan tidak membagikan dividen kepada pemerintah untuk tahun buku 2014.
"Memang banyak masukan. Namun sebelum mengambil sikap, sebelum data kuat kita tidak bisa lakukan audit. Nanti akan terbentuk-bentuk tapi untuk ini BPK sudah kumpulkan data, kalau memang ini telah cukup baru akan dilakukan," ungkap dia di kantornya, Senin (21/4/2014).
Dia mengatakan, meskipun tahun ini Freeport lolos dari audit BPK, namun pihaknya akan tetap peduli dan mengumpulkan data terkait hal tersebut.
"Untuk Freeport walaupun tahun ini tidak diperiksa tapi kewajibannya tetap ada tiap tahunnya. BPK tetap peduli dan kumpulkan data terkait Freeport," ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kementerian BUMN mengatakan bahwa setoran dividen BUMN ke kas negara untuk APBN 2014 sebesar Rp40 triliun tidak akan terpenuhi.
Pasalnya, ada penyumbang dividen, salah satunya Freeport tidak bisa menyetorkan dividen tahun buku 2013 akibat persoalan keuangan. Akibatnya, jumlah dividen tahun buku 2013 untuk APBN 2014 hanya berkisar Rp37,5 triliun sampai Rp38,5 triliun.
(izz)
Lihat Juga :