Dahlan pasrah rencana akuisisi BTN ditunda
Rabu, 23 April 2014 - 20:10 WIB
Dahlan pasrah rencana akuisisi BTN ditunda
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan akhirnya menyerah atas rencana akuisisi PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) oleh PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).
Dia hanya bisa pasrah atas penundaan rencana tersebut. Dahlan menyayangkan karena upayanya itu sangat baik untuk meningkatkan daya saing Indonesia.
"Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan. Padahal, akuisisi BTN oleh Bank Mandiri ini penting sekali untuk meningkatkan daya saing Indonesia," kata dia dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Rabu (23/4/2014).
Namun, dia mengaku pasrah dengan keputusan Sekretaris Kabinet (Seskab) RI Dipo Alam yang meminta untuk menunda rencana akuisisi tersebut. Dia menyatakan akan tunduk pada putusan yang telah ditentukan.
"Tapi, ya sudahlah. Saya kan cuma menteri. Harus tunduk pada putusan yang di atas. Kita kehilangan waktu lagi untuk langkah yang strategis. Dan kita sering kehilangan momentum seperti ini," ujar dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, Seskab Dipo Alam meminta agar rencana akuisisi BTN oleh BMRI, ditunda sampai ada kebijakan lebih lanjut.
"Saya tulis surat kepada Menko Perekonomian, Menteri BUMN, Menteri Keuangan, Dirut Bank Mandiri, dan Dirut Bank BTN agar tidak mengambil kebijakan strategis yang berdampak kepada masyarakat luas, dan membebani pemerintahan mendatang," ungkap dia seperti dilansir dalam situs Setkab, Rabu (23/4/2014).
Dipo meminta agar mengkaji secara komprehensif rencana pengalihan kepemilikan Bank BTN sesuai mekanisme yang berlaku, dalam rangka pengalihan kepemilikan saham milik pemerintah/negara pada BUMN.
Dia hanya bisa pasrah atas penundaan rencana tersebut. Dahlan menyayangkan karena upayanya itu sangat baik untuk meningkatkan daya saing Indonesia.
"Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan. Padahal, akuisisi BTN oleh Bank Mandiri ini penting sekali untuk meningkatkan daya saing Indonesia," kata dia dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Rabu (23/4/2014).
Namun, dia mengaku pasrah dengan keputusan Sekretaris Kabinet (Seskab) RI Dipo Alam yang meminta untuk menunda rencana akuisisi tersebut. Dia menyatakan akan tunduk pada putusan yang telah ditentukan.
"Tapi, ya sudahlah. Saya kan cuma menteri. Harus tunduk pada putusan yang di atas. Kita kehilangan waktu lagi untuk langkah yang strategis. Dan kita sering kehilangan momentum seperti ini," ujar dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, Seskab Dipo Alam meminta agar rencana akuisisi BTN oleh BMRI, ditunda sampai ada kebijakan lebih lanjut.
"Saya tulis surat kepada Menko Perekonomian, Menteri BUMN, Menteri Keuangan, Dirut Bank Mandiri, dan Dirut Bank BTN agar tidak mengambil kebijakan strategis yang berdampak kepada masyarakat luas, dan membebani pemerintahan mendatang," ungkap dia seperti dilansir dalam situs Setkab, Rabu (23/4/2014).
Dipo meminta agar mengkaji secara komprehensif rencana pengalihan kepemilikan Bank BTN sesuai mekanisme yang berlaku, dalam rangka pengalihan kepemilikan saham milik pemerintah/negara pada BUMN.
(izz)
Lihat Juga :