Harga minyak di Asia anjlok terpengaruh ekonomi AS

Kamis, 01 Mei 2014 - 15:36 WIB
Harga minyak di Asia...
Harga minyak di Asia anjlok terpengaruh ekonomi AS
A A A
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan Asia hari ini turun karena ekonomi AS pada kuartal pertama (Q1) tahun ini hampir tidak tumbuh. Sementara stok minyak mentah AS naik, menunjukkan melemahnya permintaan.

Minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni pada siang tergelincir enam sen menjadi USD99,68 per barel. Kemudian pada pukul 15.30 WIB harga kembali menyusut di kisaran USD99,55 per barel.

Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan Juni, turun empat sen menjadi USD108,03 per barel. Dilanjutkan penurunan menjadi 107,77 per barel.

Perkiraan pertumbuhan pemerintah AS pada kuartal Januari-Maret, datang jauh lebih rendah dari yang diperkirakan, di laju tahunan 0,1 persen, menunjukkan cuaca musim dingin ekstrem hampir membekukan kegiatan ekonomi.

Di sisi lain, Departemen Energi AS melaporkan stok mingguan minyak mentah Amerika naik 1,7 juta barel menjadi 339.400.000 barel, level tertinggi mingguan sejak 1982.

"Ini bukan hal baru tetapi alasan langsung terbesar (untuk harga yang lebih rendah) bahwa stok minyak mentah AS telah meningkat," ujar Ken Hasegawa, manajer desk energi broker Newedge, Jepang.

Tekanan ke bawah pada harga juga datang dari kembalinya ekspor minyak di terminal utama pelabuhan Zueitina, Libya, yang telah diblokir pemberontak selama berbulan-bulan.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
8 menit yang lalu
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
21 menit yang lalu
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
9 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
10 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
11 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
13 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved