Bencana pengangguran ancam RI jika ekonomi turun
Kamis, 01 Mei 2014 - 16:03 WIB
Bencana pengangguran ancam RI jika ekonomi turun
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Umum Dewan Perwakilan Nasional (DPN) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi menilai Indonesia akan menghadapi bencana pengangguran jika perekonomian di Indonesia terus menurun.
"Ya memang kita akan menghadapi pengangguran kalau ekonomi kita terus menurun, itu akan terjadi tanpa kita sadari kalau kita tidak bekerja keras mengatasi pengangguran. Tahun ini saja menurut World Bank kita hanya tumbuh 5,3 persen, bahkan menurut yang lain malah hanya sekitar 5 persen," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Kamis (1/5/2014).
Dia berharap pemerintahan yang akan datang akan menjadi harapan baru dan menyediakan solusi bagi pekerjaan rumah Indonesia saat ini. Karena menurutnya, pemerintahan yang sekarang sudah tidak bekerja secara maksimal dan tidak bisa diharapkan lagi.
"Pemerintahan sekarang sudah enggak bisa diharapkan, karena sudah enggak bekerja maksimal. Semua sedang sibuk sama koalisi dan pemilihan presiden. Tidak ada terobosan baru. Kalau yang akan datang mungkin ada harapan yang baik kalau yang terpilih yang bisa menyediakan solusi bagi pekerjaan rumah kita. Tapi kita harus bantu juga supaya bisa selamatkan," tambah dia.
Dalam kesempatan lain, dia juga mendorong untuk pengusaha agar tetap masuk ke labour industry terutama pertanian, manufaktur, dan energi. Karena menurutnya, saat ini pengusaha sudah mulai beralih dari industri padat karya (labour industry) ke arah industri padat modal (capital industry).
"Saya ingin pengusaha untuk tetap masuk ke labour intensif terutama pertanian, manufaktur, dan energi. Kita harus tumbuh di atas 8 persen," pungkas dia.
Sekedar informasi, Bank Dunia (World Bank) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2014 sebesar 5,3 persen, lebih rendah dari 2013 yang tercatat 5,8 persen. Indonesia akan menghadapi kondisi perekonomian yang lebih sulit serta utang rumah tangga yang lebih tinggi tahun ini.
"Ya memang kita akan menghadapi pengangguran kalau ekonomi kita terus menurun, itu akan terjadi tanpa kita sadari kalau kita tidak bekerja keras mengatasi pengangguran. Tahun ini saja menurut World Bank kita hanya tumbuh 5,3 persen, bahkan menurut yang lain malah hanya sekitar 5 persen," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Kamis (1/5/2014).
Dia berharap pemerintahan yang akan datang akan menjadi harapan baru dan menyediakan solusi bagi pekerjaan rumah Indonesia saat ini. Karena menurutnya, pemerintahan yang sekarang sudah tidak bekerja secara maksimal dan tidak bisa diharapkan lagi.
"Pemerintahan sekarang sudah enggak bisa diharapkan, karena sudah enggak bekerja maksimal. Semua sedang sibuk sama koalisi dan pemilihan presiden. Tidak ada terobosan baru. Kalau yang akan datang mungkin ada harapan yang baik kalau yang terpilih yang bisa menyediakan solusi bagi pekerjaan rumah kita. Tapi kita harus bantu juga supaya bisa selamatkan," tambah dia.
Dalam kesempatan lain, dia juga mendorong untuk pengusaha agar tetap masuk ke labour industry terutama pertanian, manufaktur, dan energi. Karena menurutnya, saat ini pengusaha sudah mulai beralih dari industri padat karya (labour industry) ke arah industri padat modal (capital industry).
"Saya ingin pengusaha untuk tetap masuk ke labour intensif terutama pertanian, manufaktur, dan energi. Kita harus tumbuh di atas 8 persen," pungkas dia.
Sekedar informasi, Bank Dunia (World Bank) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2014 sebesar 5,3 persen, lebih rendah dari 2013 yang tercatat 5,8 persen. Indonesia akan menghadapi kondisi perekonomian yang lebih sulit serta utang rumah tangga yang lebih tinggi tahun ini.
(gpr)
Lihat Juga :