Indeks manufaktur China lebih rendah dari perkiraan

Kamis, 01 Mei 2014 - 17:18 WIB
Indeks manufaktur China...
Indeks manufaktur China lebih rendah dari perkiraan
A A A
Sindonews.com - Indeks manufaktur China pada April 2014 tumbuh kurang dari perkiraan analis, menyoroti pelemahan dalam perekonomian dari ekspor hingga konstruksi. Hal ini bisa memaksa pemerintah melakukan langkah ekstra untuk mendorong pertumbuhan.

Biro Statistik Nasional (NBS) beserta Federasi Logistik dan Pembelian China (CFLP) melaporkan indeks manajer pembelian (CPMINDX) berada di angka 50,4 poin. Angka tersebut lebih rendah dari estimasi 38 analis dalam survei yang dilakukan Bloomberg News, sebesar 50,5 poin.

Data hari ini menunjukkan kelemahan dalam pesanan ekspor dapat membuat Perdana Menteri Li Keqiang lebih sulit menghindari perlambatan setelah konstruksi properti anjlok pada kuartal pertama dan pertumbuhan ekonomi mendingin.

Seperti diketahui, produk domestik bruto China tahun ini diproyeksikan berada di angka 7,3 persen, laju terlemah sejak 1990.

"Kami memperkirakan pertumbuhan terus melambat," kata Zhang Zhiwei, kepala ekonom China di Nomura Holdings Inc, Hong Kong, seperti dilansir dari Bloomberg, Kamis (1/5/2014).

"Kami berharap pemerintah melonggarkan kebijakan fiskal dan moneter dalam beberapa bulan ke depan. Rasio cadangan bank dapat dikurangi pada Mei atau Juni dan kemudian dilanjutkan pada kuartal ketiga," tambahnya.

Analis Societe Generale SA menyebutkan, pembacaan 50,4 poin akan menunjukkan bahwa momentum pertumbuhan tetap "lunak" dan perlambatan ekonomi akan berlanjut pada kuartal kedua.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
3 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
3 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
4 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
4 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
5 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
5 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved