April 2014 Indonesia alami deflasi 0,02%

Jum'at, 02 Mei 2014 - 11:03 WIB
April 2014 Indonesia...
April 2014 Indonesia alami deflasi 0,02%
A A A
Sindonews.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat April 2014 Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,02 persen atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 111,37 pada Maret 2014 menjadi 111,35 pada April 2014.

"Inflasi tahun kalender (Januari-April) 2014 berada sekitar 1,39 persen dan tingkat inflasi secara year on year (yoy) ada pada posisi 7,25 persen. Sementara, secara yoy inflasi komponen inti berada di posisi 4,66 persen dan 0,24 persen untuk April," kata Kepala BPS, Suryamin di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (2/5/2014).

Dalam catatannya, Suryamin mengungkapkan, dari 82 kota IHK, 39 kota tercatat mengalami deflasi. Sementara 43 kota lainnya mengalami inflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Jayapura yang mencapai 1,79 persen dengan IHK 111,64. Sedangkan terendah terjadi di Lhokseumawe sebesar 0,01 persen dengan IHK 107,19.

Adapun inflasi tertinggi tercatat terjadi di Pangkal Pinang sebesar 1,57 persen dengan IHK 112,25, dan inflasi terendah terjadi di Jember dan Samarinda masing-masing 0,01 persen dengan IHK masing-masing 110,74 dan 113,98.

Suryamin menjelaskan, tercatatnya deflasi terutama ditopang karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks beberapa kelompok pengeluaran. "Penurunan harga terjadi pada kelompok bahan makanan 1,09 persen dan kelompok sandang 0,25 persen," papar dia.

Sedangkan kenaikan indeks pada April 2014 terjadi pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,45 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,25 persen, kelompok kesehatan 0,61 persen.

"Untuk kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga terjadi kenaikan 0,24 persen, dan kelompok transportasi, komunikasi serta jasa keuangan 0,20 persen," tambah dia.

Menurutnya, kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi pada April 2014, yaitu kelompok bahan makanan 0,22 persen dan kelompok sandang 0,02 persen.

"Sedangkan kelompok yang memberikan sumbangan inflasi yaitu makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,07 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, Dan bahan bakar 0,06 persen, kelompok kesehatan 0,03 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, Dan olahraga 0,02 persen, kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,04 persen," tandas dia.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terima Data Inflasi...
Terima Data Inflasi 2,84% dan Pertumbuhan Ekonomi 5,11%, Jokowi: Segar kalau Seperti Ini
Inflasi Bulan Maret...
Inflasi Bulan Maret 2025 Mencapai 1,65 Persen
Badan Pusat Statistik...
Badan Pusat Statistik : Inflasi 2021 Capai 1,87 Persen
Inflasi Mei Diperkirakan...
Inflasi Mei Diperkirakan Mencapai 0,31 Persen
Prediksi Inflasi September...
Prediksi Inflasi September 2022 Efek Kenaikan Harga BBM
Angka Inflasi Jawa Barat...
Angka Inflasi Jawa Barat Tertinggi
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
1 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
2 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
2 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
3 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
4 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
4 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved