Dikejar SNI, omzet pedagang mainan anjlok 70%

Minggu, 04 Mei 2014 - 13:42 WIB
Dikejar SNI, omzet pedagang...
Dikejar SNI, omzet pedagang mainan anjlok 70%
A A A
Sindonews.com – Kebijakan pemerintah yang menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) terhadap produk mainan di Indonesia memunculkan polemik tersendiri terhadap pedagang mainan di Tanah Air. Pasalnya, akibat penerapan tersebut, omzet pedaganga anjlok hingga 70 persen.

“Turun sekali sudah pasti (omzet), tiga empat bulan kemarin omzet sudah turun semua, 60-70 persen lah,” ungkap Ketua Asosiasi Importir dan Distributor Mainan Indonesia (AIMI) Eko Wibowo Utomo kepada Sindonews, Minggu (4/5/2014).

Menurut dia, pedagang tidak berani terima barang karena takut terkena razia pengawasan yang dilakukan pemerintah. Terlebih, toko dan pedagang meresahkan jika ada oknum yang mencoba nakal dan mempermainkan mereka.

“Lalu kalau sudah terdistribusi mau ditarik itu bagaimana hitungannya? Biaya distribusinya kan besar sekali. Lalu hitung-hitungan keuangan juga bagaimana? Itu masalahnya banyak di situ. Yang sampai saat ini toko yang sudah daftar, mereka boleh pajang barang. Jadi produksi dari ritel kalau sudah mulai proses, itu mereka akan pajang. Kalau enggak, mereka enggak akan pajang,” pungkas dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menetapkan bahwa mulai 30 April 2014, beberapa produk mainan wajib memenuhi SNI. Setidaknya ada 12 kelompok mainan yang wajib SNI.

Ke-12 kelompok mainan tersebut, yakni baby walker dari logam dan plastik; sepeda roda tiga, skuter, mobil berpedal, mainan roda dan kereta boneka; boneka dan aksesorisnya; kereta elektrik, termasuk rel, tenda dan aksesorisnya; perabot rakitan model yang diperkecil (skala) dan model rekreasi semacam itu, baik yang bisa digerakkan atau tidak.

Selain itu, perangkat konstruksi dan mainan konstruksional lainnya dari bahan selain plastik; stuffed toy menyerupai binatang atau selain manusia; puzzle segala jenis; blok atau potongan angka, huruf atau binatang, perangkat penyusunan dan pengucap kata, toy printing set, counting frame mainan (sempoa), mesin jahit mainan dan mesin tik mainan; tali lompat serta kelereng.

Mainan lainnya adalah semua jenis material, baik dioperasikan secara elektrik atau tidak, antara lain balon, pelampung renang untuk anak atau mainan lainnya yang ditiup/dipompa terbuat dari karet dan atau plastik, senapan/pistol mainan dan mainan lainnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dorong Kuasai Pasar,...
Dorong Kuasai Pasar, Menteri Johnny Tegaskan Dukungan untuk Industri Game
Prospek Bagus, Industri...
Prospek Bagus, Industri Game Indonesia Hasilkan 1,1 Miliar USD
Indonesia Menjadi Negara...
Indonesia Menjadi Negara Pertama yang Meluncurkan Ragnarok Frontier
Epic Games dengan Berat...
Epic Games dengan Berat Hati Masukkan Fortnite ke Google Play Store
Sutradara God of War...
Sutradara God of War Ingin Ciptakan Game Superhero Serupa Hawkeye
Riot Games Siap Luncurkan...
Riot Games Siap Luncurkan Valorant Secara Gratis untuk PC
Berita Terkini
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
7 jam yang lalu
IHSG Awal Juni Diprediksi...
IHSG Awal Juni Diprediksi Rawan Koreksi, Investor Cermati Data Inflasi hingga Aturan DHE SDA
9 jam yang lalu
Menuju Debat Ketiga,...
Menuju Debat Ketiga, Hashtag SjafrieSAfiekalla Menggema di X
9 jam yang lalu
Paxel Sediakan Lounge...
Paxel Sediakan Lounge Logistik untuk Jastip di PRJ 2026
11 jam yang lalu
Pengusaha Respons Ekspor...
Pengusaha Respons Ekspor Sawit-Batu Bara lewat PT DSI: Minta Bertahap dan Kepastian Hukum
12 jam yang lalu
Kondisi Fiskal dan Moneter...
Kondisi Fiskal dan Moneter RI Disentil PDIP: Utang Harus Dibayar dengan Utang
14 jam yang lalu
Infografis
Hizbullah Klaim Tewaskan...
Hizbullah Klaim Tewaskan Lebih dari 70 Tentara Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved