Produsen mainan lokal masih kesulitan proses SNI

Minggu, 04 Mei 2014 - 15:36 WIB
Produsen mainan lokal...
Produsen mainan lokal masih kesulitan proses SNI
A A A
Sindonews.com – Ketua Asosiasi Importir dan Distributor Mainan Indonesia (AIMI) Eko Wibowo Utomo mengaku, produsen mainan lokal masih kesulitan untuk memproses barangnya agar berlabel Standar Nasional Indonesia (SNI). Pasalnya, ada sejumlah produk mereka yang tidak lolos pengujian.

“Yang kedua saya temuin juga ada beberapa orang yang produsen lokal, itu produknya ada beberapa yang enggak lulus. Sedangkan mereka itu enggak tahu standar sebelumnya kayak apa, mereka sudah produksi, sudah stok barang, enggak lulus,” ungkapnya kepada Sindonews, Minggu (4/5/2014).

Lebih lanjut dia menerangkan, produsen–produsen lokal tersebut lebih banyak yang tidak lolos dalam tahap pengujian physical dan mechanical, ketimbang dalam pengujian kimianya. Menurut dia, proses menyiapkan produk yang berstandar SNI itu bukan sekadar proses belajar singkat, sebaliknya membutuhkan waktu dan perhitungan matang untuk mencapainya.

”Ya ini kan proses benar-benar dari sisi industrinya sendiri, industri lokal harus bagaimana menyiapkan produk yang berstandar SNI. Itu kan bukan sekedar proses belajar yang singkat. Dari sisi bahan material, dari sisi fisik, mechanical disiapkan. Harus siap itu supaya lolos. Itu bukan sesuatu hal yang cepat dan mudah dilakukan. Ya itu, jadi keluhan beberapa pabrik yang sudah mencoba, enggak lulus. Mereka juga bingung ini gimana barang sudah jadi stok,” tutur dia.

Terlebih dengan kondisi produsen mainan di Indonesia yang mayoritas dari kelas menengah ke bawah, mereka lebih banyak menjual barang mainan tanpa merk yang mereka beli dari Tiongkok dalam satu paket.

“Ada barang yang dibeli kondisinya kita tahu sendiri di Indonesia kan banyak kelas menengah ke bawah. Yang dijual barang yang di kaki lima di kelas pedagang kecil, eceran kecil itu barang-barang murah yang paling cuma Rp5.000, Rp3.000 dan itu tanpa merek. Bagaimana harus dirapiin, itu kan belinya dari Tiongkok dalam bentuk satu plastik besar. Dalamnya isinya dicampur dalam satu paket,” tuturnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dorong Kuasai Pasar,...
Dorong Kuasai Pasar, Menteri Johnny Tegaskan Dukungan untuk Industri Game
Prospek Bagus, Industri...
Prospek Bagus, Industri Game Indonesia Hasilkan 1,1 Miliar USD
Indonesia Menjadi Negara...
Indonesia Menjadi Negara Pertama yang Meluncurkan Ragnarok Frontier
Epic Games dengan Berat...
Epic Games dengan Berat Hati Masukkan Fortnite ke Google Play Store
Sutradara God of War...
Sutradara God of War Ingin Ciptakan Game Superhero Serupa Hawkeye
Riot Games Siap Luncurkan...
Riot Games Siap Luncurkan Valorant Secara Gratis untuk PC
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
13 menit yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
1 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
1 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
1 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
1 jam yang lalu
Infografis
15 PTN Masih Buka Jalur...
15 PTN Masih Buka Jalur Mandiri 2025, Kesempatan Kedua yang Gagal SNBT
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved