Sepanjang 2013 UE gelontori RI 271 juta euro
Senin, 05 Mei 2014 - 14:46 WIB
Sepanjang 2013 UE gelontori RI 271 juta euro
A
A
A
Sindonews.com - Dalam laporan terbarunya yang bertajuk "EU-Indonesia Development Cooperation Report in 2013", Uni Eropa (UE) bersama negara-negara anggotanya pada 2013 lalu telah menyediakan lebih dari 271 juta euro untuk dana pembangunan di Indonesia.
"UE dan ke-28 negara anggota sudah sejak lama memiliki tradisi mendorong pembangunan. Bersama-sama kami menjadi donor terbesar di dunia. Kami menyediakan 55,1 miliar euro dalam bentuk bantuan resmi pembangunan pada 2012 atau lebih dari setengah keseluruhan pendanaan kerja sama pembangunan global," terang Wakil Kepala Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Brunei Darussalam dan ASEAN, Colin Crooks, di Le Meredien Hotel, Senin (5/5/2014).
Bantuan ini dicairkan untuk sektor pendidikan sebesar 53 juta euro, kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi 18 juta euro, lingkungan hidup Dan perubahan iklim sebesar 83 juta euro, dan tata kelola pemerintahan yang baik 15 juta euro.
"Untuk bidang kesehatan, air dan sanitasi sebesar 93 juta euro, kesiapsiagaan bencana dan pencegahan konflik sebesar 2 juta euro, dan bantuan terhadap sektor lainnya sebesar 7 juta euro," ujar dia.
Dalam laporan tahunan ini juga memaparkan pula contoh-contoh dari kemitraan UE-Indonesia, terutama mengenai manfaat bagi masyarakat serta pemberdayaan mereka sehingga dapat berkontribusi pada pembangunan Indonesia, dan menjadi suara perubahan.
"Indonesia telah meraih sukses besar beberapa tahun ini dalam upaya mengurangi kemiskinan. Sukses ini sebagian didukung oleh pembangunan ekonomi yang kuat dan proses demokrasi yang kian membaik," tambah dia.
Kini, sambungnya, Indonesia sudah menjadi negara donor dan menjadi mitra kuat bagi Uni Eropa. "Kami bertujuan memajukan kemitraan ini agar bersama kita dapat berkontribusi menemukan solusi atas sejumlah tantangan global abad ke-21. Sifat kemitraan yang berubah ini tercermin dalam cara kita bekerja sama untuk mencapai pembangunan," tandas dia.
"UE dan ke-28 negara anggota sudah sejak lama memiliki tradisi mendorong pembangunan. Bersama-sama kami menjadi donor terbesar di dunia. Kami menyediakan 55,1 miliar euro dalam bentuk bantuan resmi pembangunan pada 2012 atau lebih dari setengah keseluruhan pendanaan kerja sama pembangunan global," terang Wakil Kepala Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Brunei Darussalam dan ASEAN, Colin Crooks, di Le Meredien Hotel, Senin (5/5/2014).
Bantuan ini dicairkan untuk sektor pendidikan sebesar 53 juta euro, kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi 18 juta euro, lingkungan hidup Dan perubahan iklim sebesar 83 juta euro, dan tata kelola pemerintahan yang baik 15 juta euro.
"Untuk bidang kesehatan, air dan sanitasi sebesar 93 juta euro, kesiapsiagaan bencana dan pencegahan konflik sebesar 2 juta euro, dan bantuan terhadap sektor lainnya sebesar 7 juta euro," ujar dia.
Dalam laporan tahunan ini juga memaparkan pula contoh-contoh dari kemitraan UE-Indonesia, terutama mengenai manfaat bagi masyarakat serta pemberdayaan mereka sehingga dapat berkontribusi pada pembangunan Indonesia, dan menjadi suara perubahan.
"Indonesia telah meraih sukses besar beberapa tahun ini dalam upaya mengurangi kemiskinan. Sukses ini sebagian didukung oleh pembangunan ekonomi yang kuat dan proses demokrasi yang kian membaik," tambah dia.
Kini, sambungnya, Indonesia sudah menjadi negara donor dan menjadi mitra kuat bagi Uni Eropa. "Kami bertujuan memajukan kemitraan ini agar bersama kita dapat berkontribusi menemukan solusi atas sejumlah tantangan global abad ke-21. Sifat kemitraan yang berubah ini tercermin dalam cara kita bekerja sama untuk mencapai pembangunan," tandas dia.
(gpr)
Lihat Juga :