AUM reksa dana diprediksi tumbuh 15% di kuartal II

Senin, 05 Mei 2014 - 17:55 WIB
AUM reksa dana diprediksi...
AUM reksa dana diprediksi tumbuh 15% di kuartal II
A A A
Sindonews.com - Pertumbuhan dana kelolaan reksa dana (Asset Under Management/AUM) diprediksi dapat tumbuh pada kisaran 12-15 persen.

Analis Millenium Danatama Asset Management, Desmon Silitonga mengatakan, pertumbuhan dana kelolaan pada kuartal II nanti didorong oleh masih tingginya minat investor untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.

“Pendorong pertumbuhan reksa dana di kuartal II maupun di tahun ini, tentu perspektif yang cukup positif dari investor. Karena minat masyarakat untuk berinvestasi di reksa dana juga masih cukup positif,” kata Desmon kepada SINDO di Jakarta, Senin (5/5/2014).

Dia melanjutkan, prediksi tersebut memang tidak terlalu tinggi mengingat resiko ekonomi yang menyertainya juga cukup besar, seperti rencana akan diakhirnya rezim suku bunga ultra rendah di AS serta pengetatan moneter yang mungkin masih akan terjadi sampai akhir tahun ini.

Meski begitu, lanjutnya, dengan pertumbuhan di level tersebut sudah menunjukan kinerja yang cukup baik. “Namun, tantangan yang memang harus dijawab sampai saat ini tentunya tentang literasi keuangan. Ini juga yang membuat pertumbuhan reksa dana tidak bisa didorong lebih tinggi lagi,” papar dia.

‪Berdasarkan data Bapepam, per akhir April 2014, dana kelolaan sebesar Rp200 triliun atau naik sebesar Rp1,1 triliun dibandingkan dana kelolaan bulan Maret sebesar Rp198,9 triliun.

Sementara itu jumlah unit penyertaan akhir April 2014 sebesar 123,45 miliar dibandingkan bulan Maret dari 122,35 miliar.

Desmon mengungkap, kenaikan AUM reksa dana sebesar Rp1,07 triliun dari posisi Maret 2014 tidak terlepas dari pandangan positif terhadap kinerja pasar modal Indonesia sepanjang 2014 ini yang ditopang oleh kondisi fundamental dan kinerja ekonomi makro yang terbilang masih cukup resiliance, meskipun akan ada perlambatan.

Optimisme ini nantinya akan semakin diperkuat dengan adanya peralihan kekuasaan, di mana pemerintahan baru akan terpilih pada Oktober nanti.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mantan Bos Bursa Minta...
Mantan Bos Bursa Minta OJK Usut Tuntas Kasus Nasabah Minna Padi
Wujudkan Masyarakat...
Wujudkan Masyarakat Indonesia Merdeka Finansial, STAR Asset Management dan DANA Hadirkan Investasi Reksa Dana
Kolaborasi Perkuat Akses...
Kolaborasi Perkuat Akses Reksa Dana Global Syariah Berbasis USD
Distribusikan Reksadana...
Distribusikan Reksadana Pilihan, Principal Indonesia Gandeng Standard Chartered Indonesia
Kurang dari Tiga Tahun,...
Kurang dari Tiga Tahun, Jumlah Investor Reksa Dana Meningkat 39%
Kesalahan Investor Pemula...
Kesalahan Investor Pemula Saat Berinvestasi Reksa Dana
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
6 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
7 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
7 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
8 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
9 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
9 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved