ICP April turun USD0,46/barel

Selasa, 06 Mei 2014 - 14:57 WIB
ICP April turun USD0,46/barel
ICP April turun USD0,46/barel
A A A
Sindonews.com - Tim Harga Minyak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Selasa (6/5/2014) merumuskan harga rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) turun sebesar USD0,46 per barel pada April 2014 menjadi USD106,44 per barel dari ICP Maret sebesar USD106,90 per barel.

Sementara harga Minas/SLC mencapai USD111,05 per barel atau turun USD1,41 per barel dibanding USD112,46 per barel pada bulan sebelumnya.

Penurunan harga minyak mentah Indonesia tersebut terutama diakibatkan oleh penurunan permintaan minyak jenis direct burning untuk pembangkit listrik di Jepang. Selain itu, dengan cenderung turunnya permintaan minyak dari China akibat perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Kenaikan harga minyak mentah utama di pasar internasional tersebut, diakibatkan oleh beberapa faktor, yaitu berdasarkan laporan International Energy Agency (IEA) bulan April 2014.

Data pasokan minyak mentah dunia di bulan Maret 2014 mengalami penurunan sebesar 1,2 juta barel per hari menjadi 91,78 juta barel per hari. Penyebabnya karena penurunan pasokan minyak dari negara-negara OPEC.

Selain itu, berdasarkan laporan IEA dan OPEC bulan April 2014, proyeksi permintaan minyak mentah tahun 2014 hanya meningkat sekitar 0,01 juta barel per hari.

Hal itu disebabkan adanya kekhawatiran pasar atas memanasnya kondisi politik di Ukraina dan adanya sanksi negara-negara Barat terhadap Rusia akibat bergabungnya Krimea dengan Federasi Rusia.

Faktor lainnya adalah US Energy Information Administration (EIA) melaporkan stok mingguan gasoline AS pada bulan April 2014 mengalami penurunan sebesar 4 juta barel dibandingkan bulan sebelumnya. Berdasarkan laporan OPEC April 2014, pertumbuhan perekonomian Amerika Serikat terus membaik, ekonomi AS tahun 2014 diproyeksikan tumbuh 2,7 persen.

Untuk kawasan Asia Pasifik, kenaikan harga minyak mentah selain disebabkan oleh faktor-faktor tersebut, juga meningkatnya permintaan minyak di India yang tumbuh 2,5 persen, khususnya elpiji dan gas.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
26 menit yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
32 menit yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
1 jam yang lalu
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
1 jam yang lalu
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
1 jam yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
2 jam yang lalu
Infografis
Terinspirasi Perang...
Terinspirasi Perang Revolusi AS, Ribuan Demonstran Turun ke Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved