Banyuwangi perketat buah impor

Senin, 12 Mei 2014 - 12:10 WIB
Banyuwangi perketat...
Banyuwangi perketat buah impor
A A A
Sindonews.com - Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim) mengeluarkan kebijakan yang ketat terkait produk-produk impor Hortikultura. Kebijakkan itu untuk menjaga stabilitas produk-produk lokal. Apalagi, menjelang perhelatan ASEAN Economic Community (AEC) 2015.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, untuk menghadapi tantangan itu, perlu bertumpu pada pengembangan karakteristik lokal. Artinya, pengembangannya didasarkan pada pemanfaatan potensi sumber daya manusia lokal dan sumber daya institusional lokal.

Contohnya, Banyuwangi melarang penyajian buah impor di setiap acara mulai dari level RT hingga Kabupaten. "Dengan kebijakkan ini petani senang. Konsumsi buah impor minim. Bahkan, manggis kita sudah diekspor ke Thailand, Tiongkok, Singapura, dan beberapa negara Timur Tengah," kata Anas di Surabaya, Senin (12/5/2014).

Produksi manggis dari Banyuwangi meningkat pesat. Luas panen manggis di Banyuwangi pada 2013 mencapai 1.590,5 hektare (ha), meningkat sekitar 130 persen dibanding 2012 sebesar 691,54 ha.

Produksi manggis 2013 mencapai 20.199 ton, melonjak sekitar 132 persen dibanding capaian 2012 sebesar 8.651 ton. "Potensi pasar manggis kian besar karena ada riset tentang manfaatnya bagi kesehatan. Termasuk kulit manggis kini banyak diberi nilai tambah untuk diolah menjadi produk kecantikan. Kita harus garap agar tidak kalah dengan Thailand," jelas Anas.

Begitu juga dengan komoditas lainnya seperti buah naga, jeruk dan durian. Untuk tanaman pangan, Banyuwangi tiap tahun masih surplus sekitar 200 ribu ton.

Produksi padi naik jadi 792.000 ton pada 2013, dari posisi sekitar 750.000 ton pada 2012. Sementara untuk lahan abadi 80.000 ha untuk pertanian padi demi melawan konversi lahan.

Ketua Ikatan Sarjana Nahdhotul Ulama (ISNU) Jatim ini mengatakan, menumbuhkan prakarsa lokal untuk mendorong ekonomi daerah. Untuk Kabupaten Banyuwangi titik tekannya pada pertanian dan pariwisata.

Kebijakan proteksi dan peningkatan daya saing produk lokal Banyuwangi seperti hortikultura buah. Pengembangan daya saing komoditas hortikultura dilakukan dengan pembenihan unggul dan fasilitasi akses pasar dari petani ke penjual secara langsung di kota-kota besar.

"MEA adalah pisau bermata dua. Populasi ASEAN mencapai sekitar 600 juta jiwa, di mana 40 persennya adalah penduduk Indonesia. Kalau kita tidak berdaya, hanya akan dijadikan pasar. Maka penting untuk melakukan proteksi sekaligus meningkatkan daya saing. Jangan cuma proteksi saja, tapi daya saing produk kita tidak dibenahi," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Aseibssindo Minta Pemerintah...
Aseibssindo Minta Pemerintah Tetapkan Kebijakan Relaksasi Impor Produk Buah dan Sayur
Persoalan Jatah Pengurusan...
Persoalan Jatah Pengurusan Impor Bukan Hal Baru, Terus Dikeluhkan Pengusaha
Ini 5 Manfaat Makan...
Ini 5 Manfaat Makan Banyak Buah dan Sayuran Berwarna Hijau
10 Buah dan Sayuran...
10 Buah dan Sayuran Rendah Gula, Baik untuk Penderita Diabetes
Buavita Gelar Kampanye...
Buavita Gelar Kampanye AyoMinumBuah
Anak Anda Enggak Doyan...
Anak Anda Enggak Doyan Sayuran? Jangan Khawatir, Cobalah Tips Berikut Ini
Berita Terkini
Petani Sawit Respons...
Petani Sawit Respons Ekspor Satu Pintu: Stabilitas Rantai Pasok Harus Jadi Prioritas
20 menit yang lalu
Ketahanan Energi Nasional...
Ketahanan Energi Nasional Dinilai Masih Rapuh di Tengah Tekanan Global
43 menit yang lalu
Pasokan Minyak Dunia...
Pasokan Minyak Dunia Lenyap 1,5 Juta Barel per Hari, Pasar Energi Bakal Terguncang?
52 menit yang lalu
Pegadaian Salurkan Lebih...
Pegadaian Salurkan Lebih dari 900 Hewan Kurban pada Idul Adha 1447 H, Jangkau Seluruh Nusantara
10 jam yang lalu
IMF, Bank Dunia, dan...
IMF, Bank Dunia, dan IEA Ketar-ketir Kelangkaan BBM di Depan Mata
12 jam yang lalu
Lewat LinkUMKM BRI,...
Lewat LinkUMKM BRI, Zdrink Kembangkan Minuman Cokelat Instan Berbahan Kakao Khas Lampung
13 jam yang lalu
Infografis
Balas Dendam ke AS,...
Balas Dendam ke AS, China Naikkan Tarif Impor Jadi 125%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved