Harga minyak di Asia melambung terkait rencana ekspor AS

Rabu, 14 Mei 2014 - 16:12 WIB
Harga minyak di Asia...
Harga minyak di Asia melambung terkait rencana ekspor AS
A A A
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan Asia memperpanjang kenaikan setelah komentar pejabat Deperteman Energi AS yang mempertimbangkan untuk mencabut larangan ekspor.

Kontrak utama New York, minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni, naik 38 sen menjadi USD102,08 per barel pada perdagangan sore. Harga naik 41 sen menjadi USD102,11 per barel pada pukul 15.45 WIB.

Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan Juni, naik 21 sen menjadi USD109,45 per barel. Kemudian bertambah 45 sen menjadi USD109,69 per barel.

United Overseas Bank (UOB) Singapura menilai harga didukung kaba,r bahwa pemerintah AS mempertimbangkan kembali larangan ekspor minyak mentah mengingat terjadi pertumbuhan produksi minyak di dalam negeri.

Menteri Energi AS Ernest Moniz sedang mengkaji larangan ekspor minyak mentah, tetapi belum menentukan apa pilihan sedang dipertimbangkan.

"Pengendalian atas pertimbangan ini adalah sifat dari minyak yang kita produksi mungkin tidak serasi dengan kapasitas kilang kami saat ini," ujarnya, seperti dilansir dari The News Internatioal, Rabu (14/5/2014).

WTI naik USD1,11 pada perdagangan di New York setelah komentarnya, sementara Brent naik 83 sen di perdagangan London.

Desmond Chua, analis pasar CMC Markets, Singapura mengatakan, berita itu disambut baik produsen AS yang berteriak agar larangan ekspor dicabut akibat stok di dalam negeri melambung tinggi.

"Tapi, jaringan transportasi yang kurang baik masih bisa menghambat aliran pasokan dari hub penyimpanan apabila larangan diangkat. Transportasi merupakan hambatan utama karena perkembangan jaringan pipa di berbagai daerah dan yurisdiksi," ujarnya.

Sementara itu, dealer menunggu data kunci cadangan minyak AS sebagai petunjuk tentang permintaan menjelang musim panas mengemudi.

Departemen Energi AS akan melaporkan stok minyak mentah pada Rabu waktu setempat, yang diperkirakan persediaan tidak berubah pada tingkat 397,6 juta barel untuk pekan hingga 9 Mei (berdasarkan analis yang disurvei Wall Street Journal).
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Turun Saat Badai Musim Dingin Bekukan Kilang AS
Berita Terkini
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
30 menit yang lalu
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
1 jam yang lalu
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
2 jam yang lalu
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
3 jam yang lalu
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
3 jam yang lalu
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved