IHSG pekan depan berpotensi tembus level 5.103
Sabtu, 17 Mei 2014 - 12:29 WIB
IHSG pekan depan berpotensi tembus level 5.103
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan depan diprediksi berpotensi mampu memperbaiki rekornya di tahun ini dan bisa bergerak dalam rentang 5.061-5.103.
Analis Teknikal PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya mengatakan, posisi IHSG pada pekan depan mayoritas dipengaruhi sentimen internal.
"Kalau faktor dari luar hampir tidak ada ya, paling hanya sedikit, seperti penguatan direksional. Tapi kalau dari dalam, faktornya itu lebih kepada kepercayaan investor yang membaik, cadangan devisa yang meningkat, nihilnya pergolakan ekonomi dan banyaknya perusahaan yang membagi dividen," kata dia ketika dihubungi Sindonews, Sabtu (17/5/14).
Lebih lanjut William menjelaskan bahwa faktor pembagian dividen perusahaan-perusahaan yang nilainya cukup besar sangat mempengaruhi pergerakn saham dan IHSG. Sementara perusahaan swasta dan BUMN dalam pelaporan keuangan kuartal I tahun ini, mayoritas membukukan kinerja baik.
Pada pekan depan, sejumlah sektor yang masih akan mendorong pergerakan IHSG, menurut dia, perbankan, konsumer, konstruksi, ritel dan industri. "Beberapa BUMN sudah baik pertumbuhannya. Kemudian sektor ritel juga membaik, populitasnya juga meningkat," ujar dia.
Sementara mengenai saham yang layak dicermati pada pekan depan adalah saham defensif dengan peringkat yang cukup baik. Pasalnya, jika peringkatnya tidak cukup baik, maka akan langsung anjlok jika terjadi sedikit koreksi.
Pada Jumat (16/5/2014), IHSG ditutup mencetak rekor terbaik di tahun ini didukung aksi beli asing yang menembus lebih dari Rp2 triliun. IHSG menguat 39,94 poin atau 0,80 persen ke level 5.031,57.
Analis Teknikal PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya mengatakan, posisi IHSG pada pekan depan mayoritas dipengaruhi sentimen internal.
"Kalau faktor dari luar hampir tidak ada ya, paling hanya sedikit, seperti penguatan direksional. Tapi kalau dari dalam, faktornya itu lebih kepada kepercayaan investor yang membaik, cadangan devisa yang meningkat, nihilnya pergolakan ekonomi dan banyaknya perusahaan yang membagi dividen," kata dia ketika dihubungi Sindonews, Sabtu (17/5/14).
Lebih lanjut William menjelaskan bahwa faktor pembagian dividen perusahaan-perusahaan yang nilainya cukup besar sangat mempengaruhi pergerakn saham dan IHSG. Sementara perusahaan swasta dan BUMN dalam pelaporan keuangan kuartal I tahun ini, mayoritas membukukan kinerja baik.
Pada pekan depan, sejumlah sektor yang masih akan mendorong pergerakan IHSG, menurut dia, perbankan, konsumer, konstruksi, ritel dan industri. "Beberapa BUMN sudah baik pertumbuhannya. Kemudian sektor ritel juga membaik, populitasnya juga meningkat," ujar dia.
Sementara mengenai saham yang layak dicermati pada pekan depan adalah saham defensif dengan peringkat yang cukup baik. Pasalnya, jika peringkatnya tidak cukup baik, maka akan langsung anjlok jika terjadi sedikit koreksi.
Pada Jumat (16/5/2014), IHSG ditutup mencetak rekor terbaik di tahun ini didukung aksi beli asing yang menembus lebih dari Rp2 triliun. IHSG menguat 39,94 poin atau 0,80 persen ke level 5.031,57.
(rna)
Lihat Juga :