Harus Ada Terobosan untuk Mengentas Kemiskinan

Selasa, 20 Mei 2014 - 12:48 WIB
Harus Ada Terobosan...
Harus Ada Terobosan untuk Mengentas Kemiskinan
A A A
JAKARTA - Selama ini pengentasan kemiskinan di Indonesia dinilai tidak efektif dan tepat sasaran, angka penurunannya sangat lambat. Sementara subsidi terus meningkat tajam, namun tidak sepenuhnya subsidi tersebut sampai di masyarakat yang menderita kemiskinan.

Direktur Indef Fadil Hasan menjelaskan, untuk mengentaskan kemiskinan beserta dengan subsidi yang tidak sampai ke lapisan masyarakat bawah, pemerintah harus melakukan terobosan-terobosan.

"Di sini harus ada terobosan untuk mengentaskan masalah di atas. Yang pertama adalah untuk meningkatkan belanja modal terutama untuk perbaikan infrastruktur. Sumbernya mau tidak mau harus dari subsidi yang selama ini untuk BBM atau energi. Mengingat sangat banyaknya subsidi untuk BBM yang malah dinikmati oleh kalangan menengah ke atas," jelasnya di Jakarta, Selasa (20/5/2014).

Fadil menambahkan, untuk terobosan selanjutnya adalah berusaha meningkatkan anggaran untuk pengentasan kemiskinan. "Lembaga memiliki anggaran untuk masalah pengentasan kemiskinan. Namun dalam hal ini, jumlahnya kurang dari 1/3 nya yang sampai ke masayarakat miskin. 2/3-nya lagi digunakan untuk birokrasi mereka. Sehingga yang benar-benar jatuh di masyarakat hanya 1/3 saja. Ini harus diperbaiki. Programnya harus yang sifatnya memberdayakan," paparnya.

Pemberdayaan programnya, lanjutnya, bisa dilakukan lewat program pembangunan infrastruktur. Jadi mereka yang miskin atau kurang mampu diberikan pekerjaan dengan model kredit lewat Koperasi Usaha Rakyat (KUR).

Terobosan yang ketiga adalah meningkatkan efisiensi birokrasi. "Untuk program ini, ke depan yang terkait adalah proses penerimaan pegawai baru harus ditekan. Kecuali jika untuk menggantikan mereka yang pensiun. Karena ini sangat memakan anggaran yang seharusnya bisa dialokasian untuk kebutuhan yang lebih urgent," jelasnya.

Dengan terobosan-terobosan tersebut, seharusnya angka kemiskinan bisa ditekan. Ini sangat dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah yang konsisten.

"Harus ada suatu kepemimpinan yang efektif, tidak ada lagi yang namanya kebijakan-kebijakan itu dinegosiasikan. Kemudian tidak lagi diperjualbelikan untuk kepentingan politik," tutupnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rakor Kemenko PMK Bahas...
Rakor Kemenko PMK Bahas Strategi Terbaru untuk Penghapusan Kemiskinan Ekstrem 2024
Menko PMK Beberkan Langkah...
Menko PMK Beberkan Langkah Strategis Penanganan Kemiskinan
DIY Provinsi Termiskin...
DIY Provinsi Termiskin di Jawa
Rapat Evaluasi Kemiskinan:...
Rapat Evaluasi Kemiskinan: Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem Menyusut
Angka Kemiskinan Perkotaan...
Angka Kemiskinan Perkotaan Jabar Naik
Mendorong Perempuan...
Mendorong Perempuan Desa Keluar dari Miskin Ekstrem
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
4 menit yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
28 menit yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
1 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
2 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
5 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved