IHSG Terjungkal 2,37% tinggalkan level 4.900
Selasa, 20 Mei 2014 - 16:13 WIB
IHSG Terjungkal 2,37% tinggalkan level 4.900
A
A
A
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan koreksi untuk dua hari berturut-turut karena ditekan aksi ambil untung (profit taking) setelah sempat mencetak rekor tertinggi pada tahun ini. IHSG ditutup terjungkal 119,04 poin atau 2,37% ke level 4.895,96.
IHSG pagi tadi dibuka melemah 5,38 poin atau 0,11% ke level 5.009,62 dan pada akhir sesi I, IHSG tumbang 110,84 poin atau 2,21 persen ke level 4.904,15.
Pelemahan ini melanjutkan koreksi hari kemarin, di mana IHSG minus 16,58 poin atau 0,33 persen ke level 5.015. Padahal, IHSG sempat mencetak rekor tertinggi tahun ini di level 5.031,57 pada 16 mei 2014, menjelang deklarasi calon presiden dan wakil presiden.
Namun aksi ambil untung membawa IHSG kembali ke zona merah. Pelemahan IHSG hari ini di tengah positifnya bursa Asia.
Indeks Shanghai menguat 2,94 poin atau 0,15 persen ke 2.008,12; indeks Hang Seng melojak 130,18 poin atau 0,57 persen ke 22.834,68; indeks Straits Times naik 4,58 poin atau 0,14 persen ke 3.267,01 dan indeks Nikkei menguat 68,81 poin atau 0,49 persen menjadi 14.075,25.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,12 triliun dengan 3,51 miliar saham diperdagangkan dan transaksi beli asing mencapai Rp315,67 miliar, dengan volume transaksi bersih mencapai 77,41 juta. Tercatat 72 saham naik, 263 saham melemah dan 67 saham stagnan.
Sektor saham sore ini semuanya melemah. Sektor dengan pelemahan terbesar adalah perkebunan, yang anjlok 3,35 persen, diikuti infrastruktur merosot 2,97 persen.
Adapun saham yang menguat, di antaranya PT ABM Investama Tbk (ABMM) naik Rp75 menjadi Rp3.000, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) naik Rp10 menjadi Rp3.150 dan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) naik Rp35 menjadi Rp2.845.
Sementara saham yang anjlok, di antaranya PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp200 menjadi Rp7.500, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) turun Rp850 menjadi Rp28.450 dan PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) turun Rp25 menjadi Rp6.850.
IHSG pagi tadi dibuka melemah 5,38 poin atau 0,11% ke level 5.009,62 dan pada akhir sesi I, IHSG tumbang 110,84 poin atau 2,21 persen ke level 4.904,15.
Pelemahan ini melanjutkan koreksi hari kemarin, di mana IHSG minus 16,58 poin atau 0,33 persen ke level 5.015. Padahal, IHSG sempat mencetak rekor tertinggi tahun ini di level 5.031,57 pada 16 mei 2014, menjelang deklarasi calon presiden dan wakil presiden.
Namun aksi ambil untung membawa IHSG kembali ke zona merah. Pelemahan IHSG hari ini di tengah positifnya bursa Asia.
Indeks Shanghai menguat 2,94 poin atau 0,15 persen ke 2.008,12; indeks Hang Seng melojak 130,18 poin atau 0,57 persen ke 22.834,68; indeks Straits Times naik 4,58 poin atau 0,14 persen ke 3.267,01 dan indeks Nikkei menguat 68,81 poin atau 0,49 persen menjadi 14.075,25.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,12 triliun dengan 3,51 miliar saham diperdagangkan dan transaksi beli asing mencapai Rp315,67 miliar, dengan volume transaksi bersih mencapai 77,41 juta. Tercatat 72 saham naik, 263 saham melemah dan 67 saham stagnan.
Sektor saham sore ini semuanya melemah. Sektor dengan pelemahan terbesar adalah perkebunan, yang anjlok 3,35 persen, diikuti infrastruktur merosot 2,97 persen.
Adapun saham yang menguat, di antaranya PT ABM Investama Tbk (ABMM) naik Rp75 menjadi Rp3.000, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) naik Rp10 menjadi Rp3.150 dan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) naik Rp35 menjadi Rp2.845.
Sementara saham yang anjlok, di antaranya PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp200 menjadi Rp7.500, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) turun Rp850 menjadi Rp28.450 dan PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) turun Rp25 menjadi Rp6.850.
(rna)
Lihat Juga :