BTN Optimis Target Laba Rp2 T Tercapai
Rabu, 21 Mei 2014 - 13:52 WIB
BTN Optimis Target Laba Rp2 T Tercapai
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) optimis, target laba sebesar Rp2 triliun pada 2014 yang dicanangkan perseroan akan tercapai.
"Permodalan masih bisa menjaga dari permodalan yang disyaratkan regulator 15,7%. Masih cukup menjangkau kegiatan bisnis, apabila dibandingkan dengan idustri perbankan lain, kita masih di atas. Untuk naikkan permodalan langkah kita, peningkatan laba tahun ini kita perkirakan Rp2 triliun," ujar Direktur Utama BBTN Maryono saat konferensi pers RUPSLB di Menara BTN, Jakarta, Rabu (21/5/2014).
Menurutnya, meski saat ini kondisi perbankan mengalami pengetatan, namun kondisi likuiditasnya masih cukup baik.
"Likuiditas kondisi saat ini secara keseluruhan sangat ketat. Secondary reserve kita Rp12 triliun, melampaui standard secondary reserve yang ditetapkan regulator. Jadi aman sekali," ungkapnya.
Rencana ke depan dalam melakukan percepatan, lanjut dia, perseroan akan tetap menerbitkan obligasi serta melakukan sekuritisasi yang waktunya akan ditentukan saat kondisi market tepat. Jumlah obligasi tahap pertama sebesar Rp2 triliun, sementara sekuritisasi Rp1 triliun hingga Rp2 triliun.
"Ini supaya kami tetap sangat likuid dan jadi bank yang sehat, untuk antisipasi pencapaian bisnis kita di 2014," katanya.
Dia mengatakan, pada semester I/2014, performance aset perseroan tumbuh sekitar 17%, kredit tumbuh 20%, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh 17%.
"Mengenai perkembangan yang lain sampai 2014 kami belum punya rencana perubahan target yang kami canangkan di 2014. Kami anggap kondisi BTN masih cukup baik dengan LDR kita menurun jadi 100 persen," pungkasnya.
"Permodalan masih bisa menjaga dari permodalan yang disyaratkan regulator 15,7%. Masih cukup menjangkau kegiatan bisnis, apabila dibandingkan dengan idustri perbankan lain, kita masih di atas. Untuk naikkan permodalan langkah kita, peningkatan laba tahun ini kita perkirakan Rp2 triliun," ujar Direktur Utama BBTN Maryono saat konferensi pers RUPSLB di Menara BTN, Jakarta, Rabu (21/5/2014).
Menurutnya, meski saat ini kondisi perbankan mengalami pengetatan, namun kondisi likuiditasnya masih cukup baik.
"Likuiditas kondisi saat ini secara keseluruhan sangat ketat. Secondary reserve kita Rp12 triliun, melampaui standard secondary reserve yang ditetapkan regulator. Jadi aman sekali," ungkapnya.
Rencana ke depan dalam melakukan percepatan, lanjut dia, perseroan akan tetap menerbitkan obligasi serta melakukan sekuritisasi yang waktunya akan ditentukan saat kondisi market tepat. Jumlah obligasi tahap pertama sebesar Rp2 triliun, sementara sekuritisasi Rp1 triliun hingga Rp2 triliun.
"Ini supaya kami tetap sangat likuid dan jadi bank yang sehat, untuk antisipasi pencapaian bisnis kita di 2014," katanya.
Dia mengatakan, pada semester I/2014, performance aset perseroan tumbuh sekitar 17%, kredit tumbuh 20%, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh 17%.
"Mengenai perkembangan yang lain sampai 2014 kami belum punya rencana perubahan target yang kami canangkan di 2014. Kami anggap kondisi BTN masih cukup baik dengan LDR kita menurun jadi 100 persen," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :