YLKI Minta GTO Tidak Dimonopoli

Kamis, 22 Mei 2014 - 16:32 WIB
YLKI Minta GTO Tidak...
YLKI Minta GTO Tidak Dimonopoli
A A A
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta gerbang tol otomatis (GTO) tidak hanya dimonopoli oleh satu bank.

Ketua Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan, pihaknya sudah melihat hal tersebut dari awal. Dia mengakui dari GTO yang yang ada saat ini dimonopoli oleh PT Bank Mandiri.

Mestinya, bila untuk kepentingan publik maka seluruh e-money bisa digunakan. "Kalah sama busway, dia bisa memakai e-money mana saja jadi lebih memudahkan konsumen," katanya, Kamis (22/5/2014).

Menurutnya, dengan adanya monopoli ini mesti dilakukan penyelidikan dan audit lebih dalam. "Saya juga pernah menegur, karena kita sering bertemu dalam beberapa kesempata. Tapi tidak pernah digubris," ujarnya.

Untuk itu, Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) bisa langsung melakukan peneguran atau meminta penjelasan terkait monopoli tersebut. Pasalnya, begitu akses konsumen terbatas dan menyulitkan tentunya harus dilakukan audit mengapa bisa terjadi.

Dia menjelaskan, setelah monopoli melanggar UU maka bisa diajukan ke KPPU. Sehingga bisa lebih terbuka dan membuka peluang untuk bank lain. "Kalau bisa, maka konsumen juga akan diuntungkan begitu juga pihak pengelola," tuturnya.

Intinya, operator jalan tol dan BPJT harus lebih terbuka. Selain itu, konsumen menuntut ada kenyamanan dalam menggunakan tol tidak lagi macet. Karena, bila masuknya saja sudah macet ditambah didalamnya ikut macet maka konsumen dirugikan.

Senada dengan Tulus, Ketua YLKI Sudaryatmo menegaskan, dalam monopoli GTO yang dilakukan Bank Mandiri sebenarnya ada perjanjian exclusive antara Jasa Marga dan Bank BUMN.

"Ada perjanjian exclusive antara Jasa Marga dengan Bank Mandiri selama 10 tahun. Di mana, Bank Mandiri memonopoli e-toll jalan tol yang dikelola Jasa Marga," tegasnya.

Dia melanjutkan, perjanjian ini dalam e-money sudah keluar dari UU. Sehingga, hal tersebut sudah dilarang oleh Bank Indonesia (BI). "Tapi saat ini, mereka masih melanjutkan kerja sama itu," ujarnya.

Sudaryatmo berharap, Bank Indonesia dan otoritas terkait bisa mengambil tindakan. Sehingga konsumen tidak dirugikan dengan ke-ekslusifan ini.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
5 Proyek Jalan Tol di...
5 Proyek Jalan Tol di Pulau Jawa Bakal Beroperasi Tahun 2026
Proyek Japek II Selatan...
Proyek Japek II Selatan Selesai, Jakarta-Bandung Hanya 1 Jam
Mulai 2023, Sistem Bayar...
Mulai 2023, Sistem Bayar Tanpa Berhenti Beroperasi di Tol Bali
Bakal Ada 16 Ruas Jalan...
Bakal Ada 16 Ruas Jalan Tol Baru di 2022, Ini Daftarnya
Proyek Jalan Tol Layang...
Proyek Jalan Tol Layang Cikunir-Karawaci Telan Anggaran Rp37 Triliun
Berikut Jalan yang Tidak...
Berikut Jalan yang Tidak Boleh Dilalui Motor di Jakarta
Berita Terkini
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
33 menit yang lalu
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
1 jam yang lalu
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
1 jam yang lalu
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
3 jam yang lalu
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
13 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
13 jam yang lalu
Infografis
Keterbatasan Strategis...
Keterbatasan Strategis USS Abraham Lincoln: Si ’Benteng Terapung’ yang Tidak Kebal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved