BTN Nilai BNI Layak Memimpin Pendanaan Proyek
Rabu, 28 Mei 2014 - 13:18 WIB
BTN Nilai BNI Layak Memimpin Pendanaan Proyek
A
A
A
JAKARTA - Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (BTN), Maryono menjelaskan, sudah semestinya Bank BNI menjadi pemimpin pendanaan pembangunan proyek transmisi listrik 500 KV di Sumatera dengan panjang 1.120 kilometer.
Karena Bank BNI merupakan Ketua Himpunan Bank-Bank Negara (Himbara) yang sudah selayaknya mengatur pembagian dalam pendanaan proyek tersebut.
"BNI yang bisa mengatur untuk nanti pembagiannya seperti apa. Termasuk siapa saja dalam pembagiannya, nanti akan ditentukan oleh BNI," kata Maryono saat di temui di Menara BNI 46, Jakarta, Rabu (28/5/2014).
Dia mengungkapkan, untuk skema yang akan diterapkan dalam proyek transmisi listrik di Pulau Sumatera masih belum bisa ditetapkan. Sebab, pihaknya masih harus menunggu terkait dengan skema pembiayaannya seperi apa.
"‪Skemanya juga belum tau, karena harus menunggu feasibility study-nya juga," tambahnya.
Dengan diikutsertakan perbankan BUMN, Maryono berharap, agar perbankan BUMN memiliki kontribusinya masing-masing terkait proyek tersebut. Karena, sambung Maryono, pembangunan transmisi listrik Sumatera dilakukan dan didanai oleh BUMN sendiri dan tidak melakukan pinjaman dari luar negeri.
"Ini kan kebersamaan bank-bank pemerintah, dan untuk pengaturannya nanti, kita harapkan semuanya punya kontribusi masing-masing," pungkasnya.
Karena Bank BNI merupakan Ketua Himpunan Bank-Bank Negara (Himbara) yang sudah selayaknya mengatur pembagian dalam pendanaan proyek tersebut.
"BNI yang bisa mengatur untuk nanti pembagiannya seperti apa. Termasuk siapa saja dalam pembagiannya, nanti akan ditentukan oleh BNI," kata Maryono saat di temui di Menara BNI 46, Jakarta, Rabu (28/5/2014).
Dia mengungkapkan, untuk skema yang akan diterapkan dalam proyek transmisi listrik di Pulau Sumatera masih belum bisa ditetapkan. Sebab, pihaknya masih harus menunggu terkait dengan skema pembiayaannya seperi apa.
"‪Skemanya juga belum tau, karena harus menunggu feasibility study-nya juga," tambahnya.
Dengan diikutsertakan perbankan BUMN, Maryono berharap, agar perbankan BUMN memiliki kontribusinya masing-masing terkait proyek tersebut. Karena, sambung Maryono, pembangunan transmisi listrik Sumatera dilakukan dan didanai oleh BUMN sendiri dan tidak melakukan pinjaman dari luar negeri.
"Ini kan kebersamaan bank-bank pemerintah, dan untuk pengaturannya nanti, kita harapkan semuanya punya kontribusi masing-masing," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :