Harga Minyak Dunia Naik Terpengaruh Data China
Senin, 02 Juni 2014 - 13:26 WIB
Harga Minyak Dunia Naik Terpengaruh Data China
A
A
A
MELBOURNE - Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik untuk kedua kalinya dalam tiga hari setelah indeks manufaktur China naik tertinggi dalam lima bulan. Di mana, China sebagai negara konsumen minyak terbesar kedua di dunia. Sementara, harga minyak mentah Brent di London menguat.
Seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (2/6/2014) harga minyak berjangka naik 0,5% di New York. Biro Statistik Nasional dan Federasi Logistik dan Pembelian China melaporkan di Beijing hari ini bahwa Indeks Manajer Pembelian (CPMINDX) melaporkan, Indeks Pembelian Manajer China pada Mei naik ke 50,8.
Data manufaktur dari Eropa dan Amerika Serikat dirilis hari ini. Pelabuhan Hariga Libya akan dibuka kembali setelah pemerintah menyetujui pembayaran gaji kepada anggota Petroleum Fasilitas.
"Angka PMI China keluar sedikit lebih baik dari yang diharapkan dan yang memberikan pasar bahwa mungkin ada proses memantapkan dengan sektor manufaktur dan perekonomian pada umumnya," kata Ric Spooner, analis kepala di CMC Markets di Sydney.
Dia memprediksi investor dapat menjual kontrak berjangka West Texas jika maju ke sekitar USD104,50 per barel. Harga WTI untuk pengiriman Juli meningkat 46 sen menjadi USD103,17 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan berada di USD103,14 pada 1:27 waktu Sydney. Kemudian pada pukul 13.45 WIB, harga kembali naik USD103,25 per barel.
Semua volume berjangka yang diperdagangkan sekitar 6 persen di bawah rata-rata 100 hari. Harga naik 4,8 persen tahun ini.
Sementara, Brent untuk pengiriman Juli naik sebanyak 37 sen, atau 0,3 persen ke USD109,78 per barel di London berbasis ICE Futures Europe. Selanjutnya kembali naik USD109,84 per barel. Minyak mentah patokan Eropa diperdagangkan dengan premi sebesar USD6,61 untuk WTI, dibandingkan dengan USD6,70 pada 30 Mei.
Seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (2/6/2014) harga minyak berjangka naik 0,5% di New York. Biro Statistik Nasional dan Federasi Logistik dan Pembelian China melaporkan di Beijing hari ini bahwa Indeks Manajer Pembelian (CPMINDX) melaporkan, Indeks Pembelian Manajer China pada Mei naik ke 50,8.
Data manufaktur dari Eropa dan Amerika Serikat dirilis hari ini. Pelabuhan Hariga Libya akan dibuka kembali setelah pemerintah menyetujui pembayaran gaji kepada anggota Petroleum Fasilitas.
"Angka PMI China keluar sedikit lebih baik dari yang diharapkan dan yang memberikan pasar bahwa mungkin ada proses memantapkan dengan sektor manufaktur dan perekonomian pada umumnya," kata Ric Spooner, analis kepala di CMC Markets di Sydney.
Dia memprediksi investor dapat menjual kontrak berjangka West Texas jika maju ke sekitar USD104,50 per barel. Harga WTI untuk pengiriman Juli meningkat 46 sen menjadi USD103,17 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan berada di USD103,14 pada 1:27 waktu Sydney. Kemudian pada pukul 13.45 WIB, harga kembali naik USD103,25 per barel.
Semua volume berjangka yang diperdagangkan sekitar 6 persen di bawah rata-rata 100 hari. Harga naik 4,8 persen tahun ini.
Sementara, Brent untuk pengiriman Juli naik sebanyak 37 sen, atau 0,3 persen ke USD109,78 per barel di London berbasis ICE Futures Europe. Selanjutnya kembali naik USD109,84 per barel. Minyak mentah patokan Eropa diperdagangkan dengan premi sebesar USD6,61 untuk WTI, dibandingkan dengan USD6,70 pada 30 Mei.
(izz)
Lihat Juga :