Pertumbuhan Ekonomi 2015 ditarget 5,5%-6,0% Realistis
Selasa, 03 Juni 2014 - 14:12 WIB
Pertumbuhan Ekonomi 2015 ditarget 5,5%-6,0% Realistis
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan asumsi pertumbuhan ekonomi pada 2015 yang diperkirakan sebesar 5,5% hingga 6,0% sebagai perkiraan yang realistis. Hal ini dengan mempertimbangkan keseimbangan antara berbagai peluang dengan antisipasi potensi risiko baik yang berasal dari eksternal maupun internal.
"Perkiraan membaiknya pertumbuhan ekonomi dan volume perdagangan dunia terutama negara mitra dagang utama Indonesia tahun 2015 diharapkan mampu menjadi faktor pendorong kinerja ekspor dan investasi Indonesia," ujar Menkeu M Chatib Basri dalam Rapat Paripurna di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (3/6/2014).
Dari sisi domestik, sambung Chatib, terjaganya stabilitas ekonomi makro, tingkat kepercayaan konsumen dan investor yang masih tinggi, serta berbagai upaya pemerintah dalam mendorong ekspor dan investasi, diharapkan akan mampu menstimulasi sektor riil dan tumbuhnya perekonomian nasional.
"Sumber utama pertumbuhan ekonomi di 2015 adalah konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor," tambah dia.
Dia mengatakan, pertumbuhan konsumsi rumah tangga diperkirakan masih cukup tinggi yang didorong oleh struktur demografi yang didominasi oleh penduduk usia produktif, meningkatnya kelompok berpendapatan menengah atas serta didukung oleh terjaganya stabilitas harga, perbaikan pendapatan per kapita masyarakat, serta program peninngkatan kesejahteraan perlindungan sosial.
"Penguatan kinerja investasi domestik juga diharapkan akan menjadi penopang kinerja pertumbuhan ekonomi 2015. Terutama tekait dengan upaya perbaikan iklim usaha serta investasi dalam negeri, program pembangunan infrastruktur, perbaikan daftar negatif investasi (DNI), peningkatan belanja modal, penyebaran aktivitas investasi ke daerah yang lebih merata, serta penguatan peran swasta melalui skema public-private partnership," pungkasnya.
Sementara, kinerja ekspor di 2015 diperkirakan akan mengalami perbaikan. Didukung oleh perkiraan menguatnya perekonomian global Dan volume perdagangan dunia, serta peningkatan harga komoditas ekspor Indonesia.
"Perkiraan membaiknya pertumbuhan ekonomi dan volume perdagangan dunia terutama negara mitra dagang utama Indonesia tahun 2015 diharapkan mampu menjadi faktor pendorong kinerja ekspor dan investasi Indonesia," ujar Menkeu M Chatib Basri dalam Rapat Paripurna di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (3/6/2014).
Dari sisi domestik, sambung Chatib, terjaganya stabilitas ekonomi makro, tingkat kepercayaan konsumen dan investor yang masih tinggi, serta berbagai upaya pemerintah dalam mendorong ekspor dan investasi, diharapkan akan mampu menstimulasi sektor riil dan tumbuhnya perekonomian nasional.
"Sumber utama pertumbuhan ekonomi di 2015 adalah konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor," tambah dia.
Dia mengatakan, pertumbuhan konsumsi rumah tangga diperkirakan masih cukup tinggi yang didorong oleh struktur demografi yang didominasi oleh penduduk usia produktif, meningkatnya kelompok berpendapatan menengah atas serta didukung oleh terjaganya stabilitas harga, perbaikan pendapatan per kapita masyarakat, serta program peninngkatan kesejahteraan perlindungan sosial.
"Penguatan kinerja investasi domestik juga diharapkan akan menjadi penopang kinerja pertumbuhan ekonomi 2015. Terutama tekait dengan upaya perbaikan iklim usaha serta investasi dalam negeri, program pembangunan infrastruktur, perbaikan daftar negatif investasi (DNI), peningkatan belanja modal, penyebaran aktivitas investasi ke daerah yang lebih merata, serta penguatan peran swasta melalui skema public-private partnership," pungkasnya.
Sementara, kinerja ekspor di 2015 diperkirakan akan mengalami perbaikan. Didukung oleh perkiraan menguatnya perekonomian global Dan volume perdagangan dunia, serta peningkatan harga komoditas ekspor Indonesia.
(gpr)
Lihat Juga :