TDL Industri Diusulkan Naik Lagi Bulan Depan
Rabu, 04 Juni 2014 - 12:09 WIB
TDL Industri Diusulkan Naik Lagi Bulan Depan
A
A
A
JAKARTA - Tarif dasar listrik (TDL) pada 1 Mei 2014 mengalami kenaikan untuk industri menengah I-3 (go public) dan industri besar I-4.
Kini, pemerintah juga mengusulkan akan menaikkan tarif listrik industri untuk golongan I-3, khusus untuk perusahaan yang belum go public dan rumah tangga dengan besaran daya 1.300 watt pada bulan depan.
Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur (BIM) Kementerian Perindustrian, Harjanto menanggapi hal tersebut dengan seksama.
Dia mengatakan, dengan adanya rencana kenaikan tarif listrik lagi, tentu akan memberatkan sektor industri dalam negeri. Apalagi sebelumnya sudah mengalami kenaikan pada awal Mei 2014.
"Kalau listrik naik lagi, saya minta kompensasi dan ini sudah disampaikan ke Pak Menteri Perindustrian Ms Hidayat. Mudah-mudahan bisa menjadi relaksasi industri agar tidak terlalu berat walaupun belum menjawab keluhan dari industri," katanya di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, Rabu (4/3/2014).
Dia juga menjelaskan penangguhan hal tersebut bisa dalam bentuk pembebasan Ppn dan bea impor bagi industri yang memerlukan bahan baku impor tinggi, dan bea ekspor serta pembangunan pusat-pusat training untuk pembentukan SDM oleh pemerintah. "Sehingga tidak sangat memberatkan industri," jelasnya.
Meskipun demikian, pihaknya memahami langkah pemerintah menaikkan TDL untuk industri, agar beban anggaran tidak besar yang menyebabkan defisit neraca transaksi berjalan di dalam negeri. "Ini dilematis juga, upaya pemerintah menjaga defisit jangan sampai 3%," tutupnya.
Kini, pemerintah juga mengusulkan akan menaikkan tarif listrik industri untuk golongan I-3, khusus untuk perusahaan yang belum go public dan rumah tangga dengan besaran daya 1.300 watt pada bulan depan.
Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur (BIM) Kementerian Perindustrian, Harjanto menanggapi hal tersebut dengan seksama.
Dia mengatakan, dengan adanya rencana kenaikan tarif listrik lagi, tentu akan memberatkan sektor industri dalam negeri. Apalagi sebelumnya sudah mengalami kenaikan pada awal Mei 2014.
"Kalau listrik naik lagi, saya minta kompensasi dan ini sudah disampaikan ke Pak Menteri Perindustrian Ms Hidayat. Mudah-mudahan bisa menjadi relaksasi industri agar tidak terlalu berat walaupun belum menjawab keluhan dari industri," katanya di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, Rabu (4/3/2014).
Dia juga menjelaskan penangguhan hal tersebut bisa dalam bentuk pembebasan Ppn dan bea impor bagi industri yang memerlukan bahan baku impor tinggi, dan bea ekspor serta pembangunan pusat-pusat training untuk pembentukan SDM oleh pemerintah. "Sehingga tidak sangat memberatkan industri," jelasnya.
Meskipun demikian, pihaknya memahami langkah pemerintah menaikkan TDL untuk industri, agar beban anggaran tidak besar yang menyebabkan defisit neraca transaksi berjalan di dalam negeri. "Ini dilematis juga, upaya pemerintah menjaga defisit jangan sampai 3%," tutupnya.
(izz)
Lihat Juga :