Pemerintah Baru Diminta Tambah Anggaran untuk Infrastruktur

Jum'at, 06 Juni 2014 - 14:11 WIB
Pemerintah Baru Diminta...
Pemerintah Baru Diminta Tambah Anggaran untuk Infrastruktur
A A A
JAKARTA - Pergantian presiden pada Oktober mendatang diharapkan membawa dampak positif terhadap perbaikan infrastruktur di dalam negeri. Pasalnya, infrastruktur dikala pemerintahan yang sudah-sudah belum terbangun dengan baik.

Direktur Pengembangan PT Hutama Karya Budi Rachmat Kurniawan mengharapkan, pemerintah mendatang harus lebih memperhatikan bidang pembangunan dan perbaikan infrastruktur. Salah satu caranya yaitu dengan menambah alokasi anggaran untuk bidang tersebut.

Budi memaparkan, dengan wilayah yang terhitung luas, alokasi biaya infrastruktur Indonesia justru dianggap sangat kecil. "Jika dibandingkan dengan China yang porsi biaya infrastruktur sebesar 11%. Sedangkan Indonesia hanya 2,38% dari anggaran negara," ujarnya dalam Focus Discussion Group (FDG) Presiden, Wakil Presiden dan Kabinet Baru Harapan Pengusaha di Hotel Amos Cozy, Jakarta, Jumat (6/6/2014).

Menurut Budi, seharusnya paling tidak pemerintah menganggarkan dana sebesar 5% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). "Jadi kita sebenarnya memiliki keterbatasan pada alokasi. Kita butuh political will untuk mau mengalokasi dana yang lebih besar," lanjutnya.

Budi menyatakan hal ini penting karena tersediaan infrastruktur yang baik merupakan salah satu hal terpenting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Infrastruktur ini menjadi triger utama bagi pertumbuhan ekonomi. Dan pemerintah bukan tidak mungkin mengalokasikan dana lebih dari 2,38% untuk pembangunan infrastruktur," kata dia.

Selain itu, dia juga menyoroti persoalan pembebasan lahan yang selama ini menjadi penghambat utama dalam pembangunan infrastruktur. Dia mencontohkan pembangunan tol Trans Jawa masih banyak terkendala pada pembebasan lahan ini.

"Persoalan tanah menjadi momok yang luar biasa. Seperti pembangunan tol Trans Jawa sudah dilakukan tapi belum bisa terhubung karena masalah pembebasan lahan. Sehingga para investor bidang jalan tol malah saling nunggu supaya secara finansialnya lebih baik. Tapi kan pertumbuhan harga tanah dengan pertumbuhan trafik tidak sejalan," jelasnya.

Oleh sebab itu, Budi mengimbau kepada pemerintaha mendatang agar menjadikan infrastruktur sebagai agenda utama pembangunan nasional.

"Dari sisi infrastruktur, kalau pemerintah mau meningkatan investasi dari sisi itu, maka dari sektor privat harus diberikan insetif. Karena selama ini sektor privat terkendala pada pembiayaan perbankan," tandasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Warga Lebak Banten Protes...
Warga Lebak Banten Protes Pembangunan Jembatan Lambat
Proyek Infrastruktur...
Proyek Infrastruktur Digencarkan dengan Terobosan Pembiayaan
TelkomGroup Berhasil...
TelkomGroup Berhasil Rampungkan Infrastruktur di Sumatra
Pembiayaan Infrastruktur...
Pembiayaan Infrastruktur Turun
Sarana Multi Infrastruktur...
Sarana Multi Infrastruktur Resmikan Fasilitas MCK Untuk Warga Desa Konga, NTT
Tingkatkan Daya Saing...
Tingkatkan Daya Saing Nasional dengan Pembangunan Infrastruktur
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
8 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
8 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
9 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
9 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
10 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
10 jam yang lalu
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved