Rupiah Pekan Depan Diprediksi Rp11.790-Rp11.855/USD
Sabtu, 07 Juni 2014 - 17:11 WIB
Rupiah Pekan Depan Diprediksi Rp11.790-Rp11.855/USD
A
A
A
JAKARTA - Analis pasar keuangan dari Bank Mandiri Reny Eka Putri memprediksi rupiah pada pekan depan tidak jauh berbeda dengan minggu ini. Rupiah diperkirakan berada pada kisaran Rp11.790-Rp11.855 per USD (dolar AS).
"Pekan depan kita perkirakan sama ya dengan kemarin. Karena ada kekuatan dari konsolidasi. Tapi, kalau dari sisi range kita lihat di sekitar Rp11.790-Rp11.855," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Sabtu (7/6/2014).
Meski kemarin hampir menyentuh angka Rp11.900, namun Reny memandang meningkatnya cadangan devisa Mei 2014 berpotensi sedikit menguatkan rupiah.
"Cadangan devisa Mei kita kan ada peningkatan dibanding April mencapai USD107 miliar, dibandingkan April," ungkapnya.
Dari faktor eksternal, Reny menilai, meningkatnya estimasi dari unemployment rate dan kenaikan manufacturing payrolls Amerika Serikat(AS) juga memberikan efek positif bagi penguatan rupiah pekan depan.
"Kita lihat memang belum terlalu banyak ya. Hanya saja terkait juga kemarin belum terjadi situasi yang cukup positif. Apalagi kan kemarin pengangguran di Amerika naik. Jadi, dengan data peningkatan pengangguran di Amerika periode akhir Mei, itu juga akan memberikan efek terhadap rupiah," jelasnya.
Seperti diketahui nilai tukar rupiah terhadap USD pada akhir pekan terapresiasi seiring positifnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Berdasarkan data Bloomberg rupiah berada pada level Rp11.838 per USD. Posisi tersebut menguat 22 poin dibanding penutupan hari sebelumnya pada level Rp11.860 per USD.
Sementara data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah berada di level Rp11.867 per USD. Posisi ini lebih baik 47 poin dibanding hari kemarin di level Rp11.914 per USD.
Data Yahoo Finance mencatat mata uang domestik pada level Rp11.838 per USD, dengan kisaran harian Rp11.824-11.900 per USD. Posisi ini terapresiasi 21 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp11.859 per USD.
Posisi rupiah akhir pekan berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI berada di level Rp11.823 per USD. Posisi ini menguat 51 poin dibanding penutupan Kamis (5/6/2014) di level Rp11.874 per USD.
Dalam sepekan, rupiah sempat terperosok ke posisi terendah (data Sindonews bersumber dari Limas) di level Rp11.916 per USD, Kamis (5/6/2014), sehingga sempat membuat panik pasar.
Adapun cadangan devisa (cadev) Indonesia, sebagai pendorong rupiah pekan depan, pada periode akhir Mei 2014 mencapai USD107 miliar. Jumlah tersebut meningkat USD1,4 miliar jika dibandingkan dengan posisi akhir April 2014 sebesar USD105,6 miliar.
"Pekan depan kita perkirakan sama ya dengan kemarin. Karena ada kekuatan dari konsolidasi. Tapi, kalau dari sisi range kita lihat di sekitar Rp11.790-Rp11.855," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Sabtu (7/6/2014).
Meski kemarin hampir menyentuh angka Rp11.900, namun Reny memandang meningkatnya cadangan devisa Mei 2014 berpotensi sedikit menguatkan rupiah.
"Cadangan devisa Mei kita kan ada peningkatan dibanding April mencapai USD107 miliar, dibandingkan April," ungkapnya.
Dari faktor eksternal, Reny menilai, meningkatnya estimasi dari unemployment rate dan kenaikan manufacturing payrolls Amerika Serikat(AS) juga memberikan efek positif bagi penguatan rupiah pekan depan.
"Kita lihat memang belum terlalu banyak ya. Hanya saja terkait juga kemarin belum terjadi situasi yang cukup positif. Apalagi kan kemarin pengangguran di Amerika naik. Jadi, dengan data peningkatan pengangguran di Amerika periode akhir Mei, itu juga akan memberikan efek terhadap rupiah," jelasnya.
Seperti diketahui nilai tukar rupiah terhadap USD pada akhir pekan terapresiasi seiring positifnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Berdasarkan data Bloomberg rupiah berada pada level Rp11.838 per USD. Posisi tersebut menguat 22 poin dibanding penutupan hari sebelumnya pada level Rp11.860 per USD.
Sementara data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah berada di level Rp11.867 per USD. Posisi ini lebih baik 47 poin dibanding hari kemarin di level Rp11.914 per USD.
Data Yahoo Finance mencatat mata uang domestik pada level Rp11.838 per USD, dengan kisaran harian Rp11.824-11.900 per USD. Posisi ini terapresiasi 21 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp11.859 per USD.
Posisi rupiah akhir pekan berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI berada di level Rp11.823 per USD. Posisi ini menguat 51 poin dibanding penutupan Kamis (5/6/2014) di level Rp11.874 per USD.
Dalam sepekan, rupiah sempat terperosok ke posisi terendah (data Sindonews bersumber dari Limas) di level Rp11.916 per USD, Kamis (5/6/2014), sehingga sempat membuat panik pasar.
Adapun cadangan devisa (cadev) Indonesia, sebagai pendorong rupiah pekan depan, pada periode akhir Mei 2014 mencapai USD107 miliar. Jumlah tersebut meningkat USD1,4 miliar jika dibandingkan dengan posisi akhir April 2014 sebesar USD105,6 miliar.
(dmd)