DPR Nilai Pengelolaan Elpiji 3 Kg Kurang Maksimal

Senin, 09 Juni 2014 - 11:15 WIB
DPR Nilai Pengelolaan...
DPR Nilai Pengelolaan Elpiji 3 Kg Kurang Maksimal
A A A
JAKARTA - Menjelang bulan suci Ramadhan, pasokan elpiji 3 kilogram (kg) di beberapa daerah masih mengalami kelangkaan dan harga yang tidak sesuai ketentuan.

Di daerah Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat (Banjabar) walau PT Pertamina (Persero) telah melakukan penambahan hampir 2,95 juta tabung elpiji untuk kesiapan Ramadhan, namun hal tersebut ternyata tidak menjamin distribusi harga dan ketersediaan di tingkat konsumen akhir stabil.

Dalam pekan ini saja masih ditemukan kelangkaan di daerah Depok, Jawa Barat dan Jakarta Timur untuk wilayah Jabotabek. Anggota DPR RI Komisi VII Rofi Munawar mengatakan, tentu hal ini harus menjadi catatan penting bagi Pertamina mengingat di luar Jabotabek kondisi kelangkaan dan tingginya harga elpiji sudah cukup lama terjadi.

"Pengelolaan elpiji 3 kg memprihatinkan, hampir sepanjang tahun ini tak pernah sepi dari beragam masalah, seperti distribusi, harga, dan penyelewengan berdasarkan temuan di lapangan," kata dia dalam rilisnya, Senin (9/6/2014).

Belum lama ini, Pertamina pemasaran Jawa bagian Barat menambah pasokan elpiji 3 kg di tiga provinsi, yakni Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten. Hal ini sebagai langkah antisipasi peningkatan kebutuhan elpiji menjelang dan selama bulan Puasa 2014.

Rofi memberikan catatan bahwa kenaikan elpiji 12 kg yang dilakukan oleh Pertamina beberapa waktu lalu disadari telah mempengaruhi kenaikan konsumsi elpiji 3 kg di tingkat konsumen kelas menengah hingga bawah. Bahkan di beberapa agen kecil mengatakan sudah cukup lama pasokan elpiji mengalami keterlambatan.

Kemudian di saat bersamaan adanya konversi minyak tanah (mitan) ke epiji di beberapa provinsi juga masih terkendala masalah karena kesiapan infrastruktur pendukung dan distribusi yang belum maksimal.

"Kenaikan dan kelangkaan elpiji pasti akan menambah beban ekonomi bagi masyarakat karena di sisi lainnya harga-harga komoditas pangan juga telah mengalami kenaikan cukup signifikan saar ini," tegas Rofi.

Pertamina selama ini, menurut dia, pasti telah melakukan inventarisasi permasalahan elpiji, namun ternyata realitas di lapangan masih jauh dari memuaskan.

Karenanya perlu ada rumusan yang lebih terintegrasi dalam pelaksanaan, baik secara pengawasan maupun alur distribusi. Secara nyata harga distribusi yang diserahkan ke agen, telah membuat konsumen mendapatkan elpiji yang lebih mahal.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Kecanduan LPG, Impor...
Kecanduan LPG, Impor 2021 Naik Jadi 7,2 Juta Ton
Harga Elpiji Non-Subsidi...
Harga Elpiji Non-Subsidi 2 Kali Naik, Siap-siap Gas Melon Jadi Langka
Istana Pastikan Warung...
Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini
Berita Terkini
PT IIM Buktikan Konsistensi...
PT IIM Buktikan Konsistensi Kinerja Historis dan Dampak Sosial di Tengah Volatilitas Pasar
7 jam yang lalu
Membaca Pola Pelemahan...
Membaca Pola Pelemahan Rupiah, DEN Prediksi Kurs Melandai pada Juli 2026
8 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digitalisasi,...
Bukan Sekadar Digitalisasi, Kini Operasional Bisnis Harus Otonom
8 jam yang lalu
Pengembangan Bioenergi...
Pengembangan Bioenergi Berpotensi Serap 150 Ribu Tenaga Kerja
8 jam yang lalu
Kuliah Umum di Unhas,...
Kuliah Umum di Unhas, Afi Kalla Tekankan Peran IKM dalam Hilirisasi Ekonomi
9 jam yang lalu
Seminar dan Live Trading,...
Seminar dan Live Trading, Didimax Dorong Edukasi Trading yang Aman serta Mandiri
9 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved