Bos Raksasa Minuman Jepang: Tarif Trump Seret Dunia ke Jurang Resesi

Selasa, 22 April 2025 - 13:40 WIB
loading...
Bos Raksasa Minuman...
Kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dinilai dapat mendorong terjadinya resesi global. FOTO/iStock Photo
A A A
JAKARTA - Kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dinilai dapat mendorong terjadinya resesi global dan menggerus minat investasi di ekonomi terbesar dunia. Hal tersebut disampaikan oleh Takeshi Niinami, CEO sekaligus Ketua Suntory Holdings Ltd., salah satu produsen minuman terbesar di Jepang.

"Situasi tarif saat ini membuat negara lain kehilangan selera terhadap Amerika Serikat. Ini benar-benar membunuh nafsu makan dunia," ujar Niinami dalam wawancara dengan Bloomberg TV pada Selasa (22/4/2025). "Situasinya sangat memprihatinkan," tambahnya.

Baca Juga: Trump Bongkar 8 Kecurangan China dalam Praktik Perdagangan Global

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah upaya Pemerintah Jepang untuk merundingkan kebijakan tarif AS yang kian agresif. Jepang tengah mencari cara untuk menghindari tarif sebesar 24% secara menyeluruh, serta upaya mendapatkan pengecualian dari pungutan tambahan yang sudah diberlakukan.

Tokyo saat ini sedang menyusun strategi untuk memasuki putaran kedua negosiasi dengan Washington, setelah perundingan awal digelar pekan lalu. Langkah Trump dalam mereformasi kebijakan perdagangan global telah menciptakan ketidakstabilan pasar dan memicu kekhawatiran akan potensi resesi di Amerika Serikat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
Rekomendasi
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan...
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Bos Maktour Fuad Hasan Pekan Depan
Polisi Tutup Sementara...
Polisi Tutup Sementara Jalan Sudirman Imbas Demo Mahasiswa di Bundaran HI
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Berita Terkini
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
ESDM Menjawab Isu Pasokan...
ESDM Menjawab Isu Pasokan Batubara Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Pulau Jawa
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Infografis
32 Negara yang Sudah...
32 Negara yang Sudah Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved