CT Berharap Pembebasan Lahan PLTU Batang Tak Libatkan PLN
Selasa, 10 Juni 2014 - 16:19 WIB
CT Berharap Pembebasan Lahan PLTU Batang Tak Libatkan PLN
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Chairul Tandung (CT) berharap proses pembebasan lahan untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang, tidak melibatkan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).
"Kalau bisa tidak (libatkan PLN), saya minta gubernur dan bupati bisa melakukan supaya lebih cepat," katanya usai Rapat Koordinasi (Rakor) Stabilitas Pangan di Kantor Kemenko, Jakarta, Selasa (10/6/2014).
Dia mengatakan, pembangunan mega proyek PLTU Batang berkapasitas 2X1.000 mega watt (MW) ini hanya tinggal masalah pembebasan lahan.
Menurut CT, investornya sudah bertemu dan menginginkan untuk proyek tersebut agar bisa terealisasi segera. "Karena itu, saya akan berkoordinasi dengan gubernur dan bupati untuk secepatnya masalah tanah segera diselesaikan dan pembangunan bisa dijalankan," jelasnya.
Sekadar informasi, proyek PLTU Batang membutuhkan 280 hektare (ha) lahan. Namun masih terdapat 29 ha yang belum dibebaskan. Dengan adanya PLTU Batang yang nilai investasinya sebesar Rp36 triliun ini, diharapkan bisa memenuhi 30% kebutuhan listrik di Jawa.
"Kalau bisa tidak (libatkan PLN), saya minta gubernur dan bupati bisa melakukan supaya lebih cepat," katanya usai Rapat Koordinasi (Rakor) Stabilitas Pangan di Kantor Kemenko, Jakarta, Selasa (10/6/2014).
Dia mengatakan, pembangunan mega proyek PLTU Batang berkapasitas 2X1.000 mega watt (MW) ini hanya tinggal masalah pembebasan lahan.
Menurut CT, investornya sudah bertemu dan menginginkan untuk proyek tersebut agar bisa terealisasi segera. "Karena itu, saya akan berkoordinasi dengan gubernur dan bupati untuk secepatnya masalah tanah segera diselesaikan dan pembangunan bisa dijalankan," jelasnya.
Sekadar informasi, proyek PLTU Batang membutuhkan 280 hektare (ha) lahan. Namun masih terdapat 29 ha yang belum dibebaskan. Dengan adanya PLTU Batang yang nilai investasinya sebesar Rp36 triliun ini, diharapkan bisa memenuhi 30% kebutuhan listrik di Jawa.
(izz)
Lihat Juga :