Jelang Ramadan Produk Ilegal Ancam Masyarakat

Kamis, 12 Juni 2014 - 14:05 WIB
Jelang Ramadan Produk...
Jelang Ramadan Produk Ilegal Ancam Masyarakat
A A A
JAKARTA - Menjelang Ramadan dan Lebaran, permintaan masyarakat terhadap kebutuhan pokok mengalami peningkatan. Kondisi ini berpengaruh terhadap suplai kebutuhan. Hal tersebut kerap dimanfaatkan oknum pelaku usaha menjual barang ilegal yang berbahaya.

Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Roy Sparringa mengatakan, modus operandi yang terjadi dari tahun ke tahun pada momen ini, yaitu produk ilegal dan pangan kedaluwarsa meningkat.

"Ini adalah masa panen pelaku usaha nakal. Mereka melakukan kegiatan cuci gudang. Jadi, selama ini pasti banyak tertimbun di gudang-gudang mereka. Gudang distributor yang nakal tadi," ujarnya di kantor BPOM Salemba Jakarta, Kamis (12/6/2014).

Menurut Roy, ini bukan isapan jempol karena Balai POM Jakarta Utara nyatanya sudah menemukan gudang untuk kegiatan tersebut. "Salah satu gudangnya kita temui produk ilegal. Mengenai produknya nanti bisa ditanyakan. Saya rasa produknya bahan makanan menjelang puasa dan Lebaran," ungkapnya.

Untuk pemberantasan, dia menjelaskan, terdapat tiga pilar penting dalam menghadapi masalah tersebut. "Pertama, bagaimana pemerintah menyikapi ini. Kedua, bagaimana pelaku usaha membentuk ini. Bentuk usahanya seperti apa? Ketiga, bagaimana masyarakatnya," terangnya.

Roy memaparkan pihaknya memiliki MoU dengan beberapa pihak. "Contoh di pintu masuk Dirjen Bea Cukai, ada karantina untuk produk pertanian dan perikanan. Ini sangat penting. Tapi, kenyataannya tetap saja barang masuk. Kita kan tidak mau," tegasnya.

Dia mengatakan, barang masuk itu bisa melalu free thread zone. Sebanyak 84% data makanan ilegal ada di Batam mengingat di sana juga area besar untuk masuk barang-barang dari luar negeri. "Ada 5 miliar lebih dalam satu bulan kami temukan di sana. Jumlah yang sangat besar tentunya," ujar dia.

Kemudian, lanjut Roy, upaya pemerintah bagaimana bekerja sama dalam pemberantasan ini melalui lintas sektor.

"Bagaimana pemerintah daerah mengawal ini. Karena tadi disebutkan bagaimana ritel-ritel tradisional menjadi perhatian penting. Distribusi ini yang dilakukan para distributor, mereka menjual ke pasar/toko non modern. Di sini, kita ingin melindungi masyarakat dari jangkauan tersebut," katanya.

Sementara untuk pelaku usaha, Roy menegaskan harus ada ketetapan komitmen dengan peritel dan importir. Selain itu, masyarakat juga perlu diedukasi dan harus kritis.

"Mereka bisa melindungi diri sendiri. Kalau ada hal mencurigakan, harus diwaspadai. Membeli, harus baca dulu labelnya. Informasinya seperti apa? Kalau ada yang mencurigakan dilaporkan ke kita," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPOM Gelar Pameran Produk...
BPOM Gelar Pameran Produk Probiotik
Beredar Ikan Makarel...
Beredar Ikan Makarel Kaleng Palsu, BPOM Minta Masyarakat Waspada
Marak Suplemen dengan...
Marak Suplemen dengan Klaim Bikin Tahan Lama di Ranjang, BPOM Peringatan Ini ke Pria
BPOM Tegaskan Belum...
BPOM Tegaskan Belum Keluarkan Izin Penggunaan Darurat Ivermectin sebagai Obat COVID-19
Ajak Masyarakat Sadar...
Ajak Masyarakat Sadar Kesehatan, BPOM Segera Terapkan Label Kemasan dengan Skema Traffic Light
BPOM-Pemkab Bulukumba...
BPOM-Pemkab Bulukumba Jalin Sinergi dalam Pengawasan Obat dan Makanan
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
8 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
8 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
9 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
9 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
9 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Imsakiyah Ramadan...
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H, Jumat 27 Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved