Industri Pengolahan Picu Perlambatan Ekonomi Jateng

Kamis, 12 Juni 2014 - 17:45 WIB
Industri Pengolahan...
Industri Pengolahan Picu Perlambatan Ekonomi Jateng
A A A
SEMARANG - Ekonomi Jawa Tengah tumbuh sebesar 5,4% secara year on year (yoy) pada triwulan I/2014, melambat jika dibanding dengan pertumbuhan ekonomi triwulan sebelumnya sebesar 5,6% (yoy). Namun, masih lebih tinggi dibanding pertumbuhan nasional sebesar 5,2% (yoy).

Salah satu sektor yang memicu melambatnya ekonomi di Jateng, adalah sektor industri pengolaha. Industri pengolahan melambat cukup dalam dari 7,3% (yoy) di triwulan IV/2013 menjadi 5,9% (yoy) di triwulan I/2014.

"Perlambatan utamanya didorong kinerja industri migas yang melambat. Sementara, sektor utama ekonomi Jawa Tengah lainnya, yaitu sektor pertanian dan sektor perdagangan, hotel, dan restoran masih tumbuh baik, atau meningkat dibanding triwulan sebelumnya," kata Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah V, Marlison Hakim, Kamis (12/6/2014).

Menurutnya, sektor perdagangan, hotel, dan restoran naik dari 5,6% (yoy) di triwulan IV/2013 menjadi 6,1% (yoy) di triwulan I/2014. Berbarengan dengan itu, sektor pertanian naik tipis dari 2,0% (yoy) pada triwulan IV 2013 menjadi 2,1% (yoy).

Meski pada triwulan pertama ekonomi Jateng melambat, namun diprediksi pada triwulan ke dua ekonomi di Jateng akan tumbuh meningkat. Indikator ekonomi terakhir mengindikasikan ekonomi Jateng tumbuh sebesar 5,8% (yoy).

"Masih kuatnya keyakinan konsumen dan ekspektasi pelaku usaha yang diindikasikan meningkat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi ke depan," imbuhnya.

Investasi diperkirakan tetap tumbuh tinggi meski tidak setinggi sebelumnya. Secara sektoral perbaikan sektor industri pengolahan dan naiknya kinerja sektor perdagangan, hotel, dan restoran diperkirakan menjadi pendorong perekonomian Jateng triwulan II/2014.

Dia mengatakan, ekonomi Jateng pada 2014 diperkirakan berada pada kisaran bawah 5,8%-6,3% (yoy). Sementara, berdasarkan hasil asesmen BI Wilayah V Jateng dan DIY menunjukkan kredit perbankan secara umum pada triwulan I/2014 juga melambat dari 16,98% yoy menjadi 16,45%.

Budi Trisnanto, Divisi Asesmen BI Wilayah V mengatakan, dukungan kredit perbankan terhadap kegiatan ekonomi di Jateng termasuk baik, meski pertumbuhannya dalam tren menurun.

Dana pihak ketiga (DPK) perbankan di Jateng dan DIY meningkat dari 15,24% yoy menjadi 15,29% selama triwulan I/2014. "Periode ini aset tumbuh melambat menjadi 14,89% dari 15,39% periode sebelumnya," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
UMKM Jadi Kekuatan Kebangkitan...
UMKM Jadi Kekuatan Kebangkitan Ekonomi di Jawa Tengah
Menko Airlangga Dorong...
Menko Airlangga Dorong Percepatan Pembangunan Ekonomi Jawa Tengah
Program Infrastruktur...
Program Infrastruktur Gubernur Jawa Tengah Dorong Pertumbuhan Ekonomi Pedesaan
Lantik Pengurus DPW...
Lantik Pengurus DPW Jateng, Kawendra Ingatkan Kebermanfaatan Gekrafs bagi Pelaku Ekraf
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Dorong Ekonomi Syariah,...
Dorong Ekonomi Syariah, Ganjar Lakukan 4 Hal Ini di Jawa Tengah
Berita Terkini
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
1 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
2 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
2 jam yang lalu
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
3 jam yang lalu
IHSG Kebakaran, Rontok...
IHSG 'Kebakaran', Rontok 3,58% ke 5.734 Siang Ini
3 jam yang lalu
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
3 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Ekonomi Paling Heboh di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved