Pemerintah Sesalkan Status Kahar Newmont

Senin, 16 Juni 2014 - 15:20 WIB
Pemerintah Sesalkan...
Pemerintah Sesalkan Status Kahar Newmont
A A A
JAKARTA - Pemerintah menyesalkan status kahar (force majeur) yang dilakukan oleh PT Newmont Nusa Tenggara.

"Tidak usah kayak gitulah. Indonesia kok," kata Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sukhyar di Jakarta, Senin (16/6/2014).

Perlu diketahui, status kahar dilakukan oleh Newmont terkait dengan belum diberikannya Surat Persetujuan Ekspor (SPE) konsentrat.

Presiden Direktur Newmont Nusa Tenggara Martiono Hadianto mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah dan upaya membantu menyelesaikan masalah ekspor konsentrat dan mendukung kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kegiatan pengolahan dan pemurnian di dalam negeri.

"Namun meski segala upaya telah dilakukan, perusahaan belum dapat melakukan ekspor konsentrat tembaga sejak Januari 2014 dan belum menerima izin ekspor," ujar dia.

Sebelumnya Newmont telah mengumumkan menghentikan aktivitas produksi pengolahan bijih tembaga menjadi konsentrat pada awal pekan ini seiring sudah penuhnya fasilitas penyimpanan konsentrat di Batu Hijau.

Seiring dengan itu, Newmont juga merumahkan 3.200 karyawan dengan status stand-by dengan pemotongan gaji.

Langkah merumahkan sebanyak 80% dari total karyawan di tambang Batu Hijau, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat merupakan upaya Newmont meminimalkan biaya pengeluaran dan menjaga kemampuan serta kesiapan perusahaan untuk kembali beroperasi.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Chairul Tanjung sebelumnya menyatakan, Newmont harus menyelesaikan terlebih dahulu kontrak renegosiasi agarbisa mendapatkan SPE. Pasalnya, fasilitas gudang penyimpanang konsentrar milik Newmont di Tambang Batu hijau telah melebihi kapasitas, sehingga terpaksa menghentikan aktivitas.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Denmark Dukung Percepatan...
Denmark Dukung Percepatan Pengembangan Energi Hijau di NTB
SIG Raih Penghargaan...
SIG Raih Penghargaan Subroto dari Kementerian ESDM
Dukung Kepedulian pada...
Dukung Kepedulian pada Sesama, Kementerian ESDM Hibahkan Aset ke Lembaga Kemanusiaan
Kementerian ESDM Ganjar...
Kementerian ESDM Ganjar SIG Empat Penghargaan Good Mining Practice 2023
Kementerian ESDM Berikan...
Kementerian ESDM Berikan Tiga Penghargaan untuk SIG
Kementerian ESDM Beri...
Kementerian ESDM Beri Penghargaan ABM Investama Good Mining Practice
Berita Terkini
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
8 menit yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
1 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
2 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
5 jam yang lalu
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
11 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved