Ini Konsep Pengembangan EBT Lewat Usaha Koperasi

Selasa, 17 Juni 2014 - 14:31 WIB
Ini Konsep Pengembangan...
Ini Konsep Pengembangan EBT Lewat Usaha Koperasi
A A A
JAKARTA - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) hari ini menandatangani kerja sama pengembangan energi baru terbarukan (EBT) oleh koperasi.

Kerja sama ini diyakini dapat mendorong percepatan pembangunan di daerah pedalaman atau terpencil di Indonesia. Sementara, dari segi bisnis, kerja sama ini dinilai dapat mendorong peningkatan taraf hidup masyarakat peserta koperasi. Secara bisnis, koperasi bisa balik modal dalam waktu lima tahun.

Menteri ESDM Jero Wacik menerangkan bahwa jenis penyediaan energi listrik untuk UKM dari sumber energi yang dapat diperbaharui adalah pengembangan mikro hidro dan pengembangan pembangkit listrik tenaga surya.

"Contohnya pembangkit listrik tenaga surya, saya habis resmikan di Sulawasi Utara tepatnya di Pulau Miangas. Kita bangunkan di sana 2,5 kilo watt. Pulaunya kecil, kira-kira 200 rumah. Sejak itu berdiri, tidak usah lagi ngangkut solar untuk pembangkit listrik. Bisa manfaatkan matahari. Biayanya hanya Rp3 miliar atau Rp2 miliar. UKM atau Koperasi bisa bila diminta kembangkan itu, saya percaya," papar Jero di Jakarta, Selasa (17/6/2014).

Dia menegaskan bahwa pelaku UMKM tidak perlu khawatir akan merugi. Karena dengan konsep penyediaan listrik oleh Koperasi ini dirinya memperhitungkan dapat balik modal dalam waktu tak lebih dari lima tahun.

"Misalnya masa operasi mikro hidro itu kan sembilan tahun. Harga jual listrik ke masyarakat sudah ditetapkan Rp1.075/kwh. Hitungan kami dengan harga segitu bisa balik modal dalam waktu empat tahun. Sehingga di lima tahun sisanya bisa mengambil keuntungan," pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan menyebutkan, kerja sama penyediaan energi oleh koperasi dapat mempercepat pembangunan di daerah-daerah tertinggal.

"Program ini sangat bagus untuk pemerataan. Dari pengalaman kami di daerah yang agak jauh terpencil itu infrastruktur termasuk listrik sangat kurang. Dari MoU (penandatanganan dengan Kementerian ESDM) ini dapat mempercepat pembangunan daerah. Kita memiliki satu potensi yang dapat dimaksimalkan. Kita sinergikan dengan pelaku koperasi daerah," kata Syarief.

Menurutnya, jika penyediaan listrik dapat dilakukan oleh masyarakat lewat koperasi maka masyarakat dapat menikmati sumber listrik yang murah dan pembangunan di daerah yang bersangkutan dapat berjalan lebih cepat.

"Contohnya seperti Alor-NTT, tingkat kemiskinannya sangat tinggi. Di sinilah kami sedang buat pilot project. KUKM bisa memiliki daya listrik yang murah. Kalau ini dilakukan saya kira pemberdayaan ekonomi di daerah akan semakin unggul," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Maksimalkan Peran Koperasi...
Maksimalkan Peran Koperasi Hijau untuk Dukung Pengembangan PLTS
Tranformasi Koperasi...
Tranformasi Koperasi untuk Generasi Muda
Anggota KSP Sejahtera...
Anggota KSP Sejahtera Bersama Minta Kemenkop Bantu Selesaikan Masalah
HUT ke-77 Harkopnas,...
HUT ke-77 Harkopnas, Momentum Persatuan Gerakan Koperasi
Masihkah Koperasi Dibutuhkan?
Masihkah Koperasi Dibutuhkan?
DDI Galbar Gagas Koperasi...
DDI Galbar Gagas Koperasi Berbasis Manajemen Madrasah
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
46 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
11 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
11 jam yang lalu
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved