Presiden Baru Dihadapkan Kerumitan Masalah Energi

Kamis, 19 Juni 2014 - 16:23 WIB
Presiden Baru Dihadapkan...
Presiden Baru Dihadapkan Kerumitan Masalah Energi
A A A
JAKARTA - Indonesian Resources Studies (IRESS) mengungkapkan presiden dan wakil presiden baru akan dihadapkan pada rumitnya permasalahan energi. Pasalnya, banyak regulasi terkait kebijakan energi yang tidak sesuai dengan konstitusi.

Pengamat Energi dari IRESS, Marwan Batubara mengatakan, banyak kebijakan yang pada kenyataan sangat liberal di berbagai sektor dari hulu sampai ke hilir. Hal itu menyebabkan produksi minyak terus menurun. Selain itu, infrastruktur gas di hilir juga masih sangat terbatas.

"Kebijakan open access dan unbundling membuat pelayanan berkurang. Alokasi gas bermasalah, posisi BUMN marginal dibanding asing. Blok migas habis masa kontrak rawan terjadi KKN (kolusi, korupsi dan nepotisme). Ada juga masalah mafia minyak dan juga asing ikut berperan," ujarnya di Gedung MPR Jakarta, Kamis (19/6/2014).

Marwan menambahkan, penerapan permasalahan di sektor pertambangan mineral batu bara (minerba) masih belum optimal. Hingga kini, masalah renegosiasi kontrak pertambangan juga belum menuai hasil, padahal dalam konstitusi jelas semua kekayaan alam harus menyejahterakan rakyat.

Belum lagi sektor hilir lainnya yang masih tidak adanya kejelasan, di mana program penyerapan bahan bahan nabati (BBN) untuk mengurangi pemanfaatan bahan bakar minyak (BBM) tidak jelas regulasinya. Kemudian, permasalahan BBM subsidi yang alokasinya tidak sesuai dengan peruntukannya.

"BBM subsidi tidak tepat sasaran sekitar 80%. Besaran subsidi menimbulkan defisit perdagangan, defisit anggaran, sehingga secara langsung menurunkan kurs," ungkapnya.

Konversi BBM ke bahan bakar gas (BBG), menurutnya masih ada permasalahan, di mana infrastruktur masih menjadi kendala utama. Ketersediaan stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) yang minim, belum lagi regulasi yang tidak jelas menajdi penghambat.

"Terlalu banyak berwacana, rencananya sejak 1995, tapi tidak ada 20% kendaraan yang pakai BBG," sindir Marwan.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sekolah dengan Teknologi...
Sekolah dengan Teknologi Energi Terbarukan di Tasmania
Transisi Me­nu­ju...
Transisi Me­nu­ju Era Energi Bersih Men­dekati Kenyataan
Pemerintah Evaluasi...
Pemerintah Evaluasi Kebijakan Penerapan Subsidi Energi
Pemerintah Masih Mengkaji...
Pemerintah Masih Mengkaji Skema Penyaluran Subsidi Energi
Keren, Sekam Padi yang...
Keren, Sekam Padi yang Selama Ini Terbuang Ternyata Bisa Jadi Sumber Listrik
Energi Nuklir Jadi Solusi...
Energi Nuklir Jadi Solusi Data Center yang Rakus Energi!
Berita Terkini
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
53 menit yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
3 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
3 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
13 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
14 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
15 jam yang lalu
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved