Harga Minyak Tertahan Usai Reli Panjang

Jum'at, 20 Juni 2014 - 19:54 WIB
Harga Minyak Tertahan...
Harga Minyak Tertahan Usai Reli Panjang
A A A
LONDON - Harga minyak di perdagangan dunia hari ini tertahan, tapi Brent tetap dekat di posisi puncak dalam sembilan bulan, karena para dealer memantau konflik sektarian di Irak, yang dikhawatirkan bisa menyebabkan gangguan besar terhadap pasokan minyak mentah.

Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Agustus, turun 12 sen menjadi USD114,94 per barel dibandingkan level penutupan, kemarin. Sementara patokan AS, minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk Juli, naik tipis tiga sen menjadi USD106,46 per barel.

"Keuntungan dominan pekan ini berasal dari pengepungan yang sedang berlangsung di kilang minyak terbesar Irak, Baiji," kata Dorian Lucas, analis konsultan energi Inenco, seperti dilansir dari Yahoo Finance, Jumat (20/6/2014).

"Sejauh ini, keuntungan minyak mentah Brent didasarkan sekitar sentimen pasokan minyak dari produsen terbesar kedua OPEC yang mungkin terganggu," tambahnya.

Kemarin, Brent mencapai USD115,71 per barel, titik tertinggi sejak September 2013. Brent merupakan patokan harga minyak mentah di Timur Tengah.

"Minyak melihat dukungan dari risiko konflik di Irak mengganggu pasokan minyak, di mana Amerika Serikat mengatakan akan mengirim penasihat militer ke negara itu," ujar United Overseas Bank (UOB) Singapura dalam catatannya.

Presiden AS Barack Obama mengumumkan dirinya siap mengirim 300 penasihat ke Irak dan jika perlu mengambil "target" aksi militer melawan pejuang radikal Sunni.

"Kami akan membantu Irak saat mereka melakukan perlawanan kepada teroris yang mengancam rakyat Irak, wilayah dan kepentingan Amerika juga," tegasnya.

Washington telah memposisikan sebuah kapal induk di Teluk dan mempertimbangkan untuk menggunakan serangan pesawat tak berawak terhadap militan.

Sebuah sumber di Kongres mengatakan, Menteri Luar Negeri AS John Kerry akan melakukan perjalanan ke Irak "segera".

Krisis telah mengguncang pasar minyak dunia karena Irak adalah produsen terbesar kedua di 12 anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC). Negara tersebut tercatat memiliki lebih dari 11% sumber daya minyak dunia dan menghasilkan 3,4 juta barel per hari.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
24 menit yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
1 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
1 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
2 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
3 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved