Infrastruktur Hambat Pertumbuhan Ekonomi RI

Senin, 23 Juni 2014 - 13:32 WIB
Infrastruktur Hambat...
Infrastruktur Hambat Pertumbuhan Ekonomi RI
A A A
JAKARTA - Ekonom utama Bank Dunia untuk Indonesia, Ndiame Diop menilai, infrastruktur yang tidak memadai akan menghambat pertumbuhan ekonomi di tanah air.

"Jumlah investasi di bidang infrastruktur selama dekade terakhir oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dan sektor swasta kurang dari 4% dari PDB (produk domestik bruto)," ujarnya dalam peluncuran Development Policy Review 2014 di Mandarin Hotel, Jakarta, Senin (23/6/2014).

Jumlah ini, kata dia, hanya setengah dari total dana yang dibutuhkan. Dalam laporan terbaru Bank Dunia yang bertajuk Indonesia: Avoiding The Trap memperkirakan, bahwa Indonesia telah kehilangan setidaknya 1% pertumbuhan ekonomi setiap tahun selama dekade terakhir karena investasi yang rendah.

Menurutnya, pengurangan belanja subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berjumlah 2,6% dari PDB tersebut akan memungkinkan pemerintah untuk meningkatkan investasi di bidang infrastruktur dan bidang lainnya mendesak, seperti perawatan kesehatan yang saat ini hanya sebesar 0,9% dari PDB.

"Realokasi pembelanjaan dan peningkatan efisiensi di tingkat provinsi dan kabupaten juga akan memungkinkan investasi lebih banyak di bidang infrastruktur," imbuh Diop.

Selain itu, juga disertai dengan peningkatan tata kelola pemerintah daerah (pemda), pelayanan masyarakat di tingkat lokal, seperti untuk perawatan kesehatan, infrastruktur sanitasi dan pengelolaan limbah dapat membaik.

Seiring peningkatan kualitas infrastruktur dan keterampilan, implementasi peraturan yang lebih konsisten akan membantu pertumbuhan.

"Implementasi peraturan yang tidak konsisten akan membingungkan investor. Berbagai upaya harus diterapkan untuk memfasilitasi investasi dan perizinan di beberapa sektor," terang Diop.

Di saat yang sama, UU baru memungkinkan adanya pertimbangan luas dari kementerian tertentu. "Pengalaman internasional menunjukkan bahwa kebijakan yang menguntungkan adalah transparan, dengan kebijakan yang minimal atau nol pertimbangan," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Prospek Bisnis Seiring...
Prospek Bisnis Seiring Pertumbuhan Ekonomi RI
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Berita Terkini
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
19 menit yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
56 menit yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
1 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
1 jam yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
4 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
4 jam yang lalu
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved