Minyak Dunia Menuju Penurunan Mingguan Pertama
Jum'at, 27 Juni 2014 - 10:51 WIB
Minyak Dunia Menuju Penurunan Mingguan Pertama
A
A
A
MELBOURNE - Harga minyak mentah jenis brent dan West Texas Intermediate (WTI) menuju penurunan mingguan pertama sejak meletusnya ketegangan di Irak utara.
Kontrak berjangka (futures) di London sedikit berubah dan menuju penurunan mingguan sebesar 1,5%. Pasukan Irak memegang kilang minyak Baiji di utara setelah memukul mundur pasukan militan. Pertempuran belum meluas ke selatan, yang merupakan lumbung minyak negara produsen kedua terbesar di Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) tersebut.
Sementara stok minyak mentah Amerika Serikat (AS) naik pekan lalu, dibandingkan dengan proyeksi sebelumnya yang menyatakan akan terjadi penurunan.
"Pasar mulai mengambil posisi mengenai kemungkinan gerilyawan akan menuju selatan, sehingga memungkinkan ekspor minyak akan dipertahankan," kata Kepala Analis CMC Markets Ric Spooner seperti dilansir dari Bloomberg, Jumat (27/6/2014).
Harga minyak brent di London ICE Futures Europe untuk pengiriman Agustus berada di harga USD113,12 per barel, namun turun 9 sen pada pukul 10.30 pagi waktu Sydney. Harga emas siap untuk penurunan mingguan terbesar sejak Maret. Semua volume kontrak berjangka yang diperdagangkan sekitar 84% di bawah rata-rata 100 hari.
Sementara harga minyak WTI di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman Agustus turun sebesar 36 sen menjadi USD105,48 per barel. Harga turun 1,5% minggu ini. Selisih harga patokan minyak mentah AS terhadap brent diperdagangkan sebesar USD7,46 dibandingkan posisi 20 Juni 2014 sebesar USD7,98.
Kontrak berjangka (futures) di London sedikit berubah dan menuju penurunan mingguan sebesar 1,5%. Pasukan Irak memegang kilang minyak Baiji di utara setelah memukul mundur pasukan militan. Pertempuran belum meluas ke selatan, yang merupakan lumbung minyak negara produsen kedua terbesar di Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) tersebut.
Sementara stok minyak mentah Amerika Serikat (AS) naik pekan lalu, dibandingkan dengan proyeksi sebelumnya yang menyatakan akan terjadi penurunan.
"Pasar mulai mengambil posisi mengenai kemungkinan gerilyawan akan menuju selatan, sehingga memungkinkan ekspor minyak akan dipertahankan," kata Kepala Analis CMC Markets Ric Spooner seperti dilansir dari Bloomberg, Jumat (27/6/2014).
Harga minyak brent di London ICE Futures Europe untuk pengiriman Agustus berada di harga USD113,12 per barel, namun turun 9 sen pada pukul 10.30 pagi waktu Sydney. Harga emas siap untuk penurunan mingguan terbesar sejak Maret. Semua volume kontrak berjangka yang diperdagangkan sekitar 84% di bawah rata-rata 100 hari.
Sementara harga minyak WTI di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman Agustus turun sebesar 36 sen menjadi USD105,48 per barel. Harga turun 1,5% minggu ini. Selisih harga patokan minyak mentah AS terhadap brent diperdagangkan sebesar USD7,46 dibandingkan posisi 20 Juni 2014 sebesar USD7,98.
(rna)
Lihat Juga :