Infomedia Targetkan Pertumbuhan Bisnis 25%

Kamis, 03 Juli 2014 - 11:49 WIB
Infomedia Targetkan...
Infomedia Targetkan Pertumbuhan Bisnis 25%
A A A
BANDUNG - PT Infomedia Nusantara menargetkan pertumbuhan bisnis 25% tahun ini. Pertumbuhan tersebut dibidik dengan tetap mengandalkan business process outsourcing (BPO) yang didalamnya terdapat layanan contact center.

Anak perusahaan Telkom Group ini dihadapkan pada tantangan berat untuk mencapai target tersebut, karena perusahaan telah melepaskan unit bisnis digital rich contents (DRC).

"Layanan contact center berkontribusi hingga 80% dari total pendapatan perusahaan," ujar Direktur Utama Infomedia Joni Santoso, Kamis (3/7/2014).

Saat ini, Infomedia memiliki sekitar 11.000 agen dalam 7.000 kursi layanan contact center. Jumlah tersebut masih akan bertambah seiring penambahan perusahaan yang menjadi pelanggan Infomedia.

Seluruh agent tersebar di tujuh lokasi. Di antaranya, Bandung, Jakarta, Medan, Makasar dan Surabaya. Dari lokasi-lokasi tersebut, Jakarta memilki jumlah agent terbanyak karena melayani hingga 6 site.

"Contact center ini melayani 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Kami membagi agen dalam banyak shift dan tidak seperti pembagian shift pada umumnya. Kami memiliki pusat pelatihan agen yang terstandar, sehingga memungkinkan pelayanan yang sama," tuturnya.

Pelanggan yang berhasil digandeng, kata dia, sampai saat ini sebanyak 110 perusahaan atau bertambah tinggi dari pencapaian tahun lalu yang hanya sekitar 90 perusahaan. Perusahaan berskala besar ini berasal dari berbagai sektor seperti asuransi, perbankan, penerbangan, retail, food and beverages, dan lain-lain.

"Pelanggan kami tidak hanya dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri. Saat ini ada tiga pelanggan yang berasal dari luar negeri," ungkapnya.

Menurut dia, setiap pelanggan memiliki karakteristik traffic yang berbeda. Contohnya, pelanggan dari kalangan perbankan biasanya ramai pada jam kerja, sedangkan pelanggan restoran siap saji akan ramai menjelang malam atau akhir pekan.

Joni mengatakan, pihaknya terus mendorong menuju contact center berbasis Informasi Teknologi (IT) agar layanannya semakin andal.

"Persaingan dalam bisnis ini semakin ketat. Industri contact center di luar negeri sudah sangat maju," ujarnya.

Direktur Enterprise & Business Telkom M Awaludin mengatakan, pihaknya berharap bisnis contact center di Indonesia bisa tumbuh seperti di India dan Filipina.

Di Filipina, kata Awal, bisnis ini mampu berkontribusi hingga 9-10% terhadap GDP atau setara USD11-12 miliar. Bahkan pelanggan tetapnya banyak berasal dari Amerika Serikat dan Eropa.

"Demikian pula di India yang juga tumbuh pesat. Hal ini tidak terlepas dari kontribusi pemerintahnya yang memberikan perhatian lebih kepada bisnis ini," tuturnya.

Untuk itu, Telkom mengembangkan contact center bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Dengan alasan, sektor ini punya potensi dan pasar yang sangat luas, karena jumlahnya sangat banyak.

"Kami harap bisnis ini bisa berkembang pesat di Indonesia. Untuk itu kami menyasar pelaku UMKM dengan mengeluarkan program STAR contact center yang terfokus untuk kalangan ini," pungkas Awal.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
MNC Bank Terima Apresiasi...
MNC Bank Terima Apresiasi dari PT Infomedia Nusantara
Orkestrasi Analytics,...
Orkestrasi Analytics, Automation, dan AI: Kunci Infomedia Pertahankan Mahkota CXM
Pekerjaan Manual Lenyap,...
Pekerjaan Manual Lenyap, Infomedia Pakai AI Urus Gaji & Dokumen
42 Karyawan PT Secco...
42 Karyawan PT Secco Nusantara Terinfeksi COVID-19
Chatbot AI Hadir Jadi...
Chatbot AI Hadir Jadi Solusi Optimalkan Layanan Perusahaan
Golfusion Tournament...
Golfusion Tournament 2025, Jatelindo dan Jalin Gandeng MNC Teknologi Nusantara untuk Sinergi Pembayaran Digital
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
41 menit yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
56 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
2 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
2 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
3 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved