Jero Tak Gentar Hadapi Newmont di Arbitrasi
Kamis, 03 Juli 2014 - 16:55 WIB
Jero Tak Gentar Hadapi Newmont di Arbitrasi
A
A
A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik mengaku tidak gentar atau mundur melawan PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) di pengadilan arbitrase internasional.
Menurutnya, ini bukti pemerintah sudah berdaulat terlebih dahulu terhadap hasil alam Indonesia. "Ini bukti kita berdaulat. Kita sudah berdaulat duluan sebelum digaung-gaungkan dua capres (Joko Widodo dan Probowo Subianto) dan pengamat," kata Jero di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (3/7/2014).
Jero meminta dukungan seluruh masyarakat Indonesia untuk pemerintah yang akan menghadapi Newmont di arbitrase internasional. Jero merasa langkah pemerintah sudah benar untuk memberi nilai tambah dalam negeri.
"Kita akan hadapi dan ini bukti kita berdaulat. Kalau masih ada yang menyalahkan pemerintah, katanya mau berdaulat, ini berdaulat. Jangan berpihak pada perusahaan asing. Kita benar karena kita ada UU. Jangan ada yang menyalahkan saya," tegasnya.
Dia berharap Newmont masih bisa mengalah dan mengikuti aturan pemerintah. "Rumusnya pepatah Minang menang jadi arang kalah jadi abu. Ngalah-ngalah sedikit sama Indonesia masa enggak mau," pungkasnya.
Menurutnya, ini bukti pemerintah sudah berdaulat terlebih dahulu terhadap hasil alam Indonesia. "Ini bukti kita berdaulat. Kita sudah berdaulat duluan sebelum digaung-gaungkan dua capres (Joko Widodo dan Probowo Subianto) dan pengamat," kata Jero di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (3/7/2014).
Jero meminta dukungan seluruh masyarakat Indonesia untuk pemerintah yang akan menghadapi Newmont di arbitrase internasional. Jero merasa langkah pemerintah sudah benar untuk memberi nilai tambah dalam negeri.
"Kita akan hadapi dan ini bukti kita berdaulat. Kalau masih ada yang menyalahkan pemerintah, katanya mau berdaulat, ini berdaulat. Jangan berpihak pada perusahaan asing. Kita benar karena kita ada UU. Jangan ada yang menyalahkan saya," tegasnya.
Dia berharap Newmont masih bisa mengalah dan mengikuti aturan pemerintah. "Rumusnya pepatah Minang menang jadi arang kalah jadi abu. Ngalah-ngalah sedikit sama Indonesia masa enggak mau," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :