BKPM: Volatilitas Rupiah Tak Pengaruhi Investasi
Jum'at, 04 Juli 2014 - 11:27 WIB
BKPM: Volatilitas Rupiah Tak Pengaruhi Investasi
A
A
A
JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Mahendra Siregar mengatakan, pihaknya belum melihat ada perkembangan negatif terhadap investasi di Indonesia akibat nilai tukar rupiah yang fluktuatif.
"Volatilitas saya belum lihat perkembangan, tampaknya belum tercermin dalam angka dan realisasi atau komitmen atau persetujuan, tidak kelihatan ada perkembangan negatif akibat nilai tukar inflasi sudah baik," jelas dia di Gedung Bank Indonesia (BI) Jakarta, Jumat (4/7/2014).
Dia mengatakan, direct investment (investasi langsung) lebih didorong dari perkiraan jangka menengah, dan bukan dari volatilitas hari ke hari.
"Agak beda indikator yang dicermati investor penanaman modal langsung atau portfolio," ujarnya.
Menurutnya, tidak ada investasi yang kendor akibat Pemilihan Umum (Pemilu). Bahkan dia menyebutkan, ada perusahaan yang saat ini sedang membuat line baru untuk material yang digunakan dalam ban yang berteknologi tinggi.
"Kayak polyster dan nylon teknologi khusus, dia sampaikan akan tetap kembangkan program investasi ke depan. Unilever juga sudah schedule. Sebenarnya yang dia tunggu masalah status tanah bukan pilpres," pungkasnya.
"Volatilitas saya belum lihat perkembangan, tampaknya belum tercermin dalam angka dan realisasi atau komitmen atau persetujuan, tidak kelihatan ada perkembangan negatif akibat nilai tukar inflasi sudah baik," jelas dia di Gedung Bank Indonesia (BI) Jakarta, Jumat (4/7/2014).
Dia mengatakan, direct investment (investasi langsung) lebih didorong dari perkiraan jangka menengah, dan bukan dari volatilitas hari ke hari.
"Agak beda indikator yang dicermati investor penanaman modal langsung atau portfolio," ujarnya.
Menurutnya, tidak ada investasi yang kendor akibat Pemilihan Umum (Pemilu). Bahkan dia menyebutkan, ada perusahaan yang saat ini sedang membuat line baru untuk material yang digunakan dalam ban yang berteknologi tinggi.
"Kayak polyster dan nylon teknologi khusus, dia sampaikan akan tetap kembangkan program investasi ke depan. Unilever juga sudah schedule. Sebenarnya yang dia tunggu masalah status tanah bukan pilpres," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :