Pemerintah dan BI Janji Jaga Stabilitas Makro Ekonomi

Jum'at, 04 Juli 2014 - 14:34 WIB
Pemerintah dan BI Janji...
Pemerintah dan BI Janji Jaga Stabilitas Makro Ekonomi
A A A
JAKARTA - Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) hari ini melakukan rapat koordinasi (rakor) untuk menghadapi perkembangan kondisi makro ekonomi dan risiko ke depan.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, bahwa hingga kini stabilitas makro ekonomi masih terjaga dengan baik di tengah proses penyesuaian struktur perekonomian ke arah yang lebih seimbang.

"Kami (pemerintah dan BI) sepakat untuk memelihara stabilitas makro ekonomi dan menjaga kepercayaan pasar terhadap prospek perekonomian," ujarnya di Gedung BI, Jakarta, Jumat (4/7/2014).

Hal itu, lanjut dia, dilakukan dengan mengendalikan inflasi sesuai sasaran yang ditetapkan. Melanjutkan upaya menurunkan defisit transaksi berjalan ke tingkat yang lebih berkesinambungan, menjaga kesinambungan fiskal, dan mengelola Utang Luar Negeri (ULN) yang lebih sehat.

"Pengendalian inflasi akan diperkuat dengan sejumlah langkah konkret antara BI dan pemerintah. Caranya dengan memperkuat komitmen BI dan pemerintah dalam mencapai sasaran inflasi jangka menengah, yaitu 4,0% ± 1% di 2016-2017 dan 3,5% ± 1% di 2018," imbuhnya.

Selain itu, memitigasi risiko kenaikan inflasi volatile food dan administered prices, menjamin ketersediaan pasokan bahan pangan, terutama menghadapi hari besar keagamaan, dan memperkuat TPI, dan TPID.

"Untuk mempertajam upaya pengelolaan defisit transaksi berjalan, kami akan mempercepat penyelesaian negosiasi UU Minerba, reformasi sektor energi termasuk kebijakan subsidi, serta mendorong investasi yang berorientasi ekspor atau substitusi impor," jelas Agus.

Lebih lanjut, dia mengatakan, kebijakan insentif bagi Foreign Direct Investment (FDI) yang melakukan reinvestasi pendapatan juga harus dilakukan, serta mendorong penggunaan jasa pengangkutan dan asuransi nasional untuk menekan defisit neraca jasa, dan penggunaan rupiah dalam transaksi di Indonesia.

"Kami juga memandang bahwa ULN penting dalam pembiayaan pembangunan. Namun diperlukan upaya untuk memitigasi risiko yang dapat timbul dari ULN agar tidak mengganggu stabilitas makro ekonomi," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Prospek Bisnis Seiring...
Prospek Bisnis Seiring Pertumbuhan Ekonomi RI
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
8 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
8 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
8 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
9 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
10 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
10 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved