Harga Minyak Dunia Fluktuatif

Rabu, 09 Juli 2014 - 18:39 WIB
Harga Minyak Dunia Fluktuatif
Harga Minyak Dunia Fluktuatif
A A A
LONDON - Harga minyak di perdagangan global hari ini fluktuatif, karena pedagang menunggu laporan stok Amerika Serikat (AS) yang mencerminkan permintaan energi di konsumen minyak mentah terbesar dunia itu.

Brent North Sea untuk pengiriman Agustus turun 11 sen menjadi USD108,83 per barel pada perdagangan di London. Sementara patokan AS, minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk Agustus naik 15 sen menjadi USD103,47 per barel dibandingkan dengan penutupan, kemarin.

Departemen Energi AS (DoE) akan mempublikasikan data cadangan minyak mentah untuk pekan yang berakhir 4 Juli.

"Angka-angka resmi persediaan (minyak) AS keluar pada Rabu (waktu setempat) akan diteliti investor yang ingin tahu permintaan di musim (panas) mengemudi," ujar Michael McCarthy, kepala strategi pasar CMC Markets, Sydney, seperti dilansir dari The West Australian, Rabu (9/7/2014).

Investor biasanya memperkirakan lonjakan permintaan di AS pada bulan-bulan musim panas ketika orang Amerika secara tradisional turun ke jalan untuk liburan. Cadangan mingguan hingga 4 Juli diperkirakan jatuh 2 juta barel (Survei Wall Street Journal).

Stok bensin juga kemungkinan turun 300.000 barel, sedangkan saham sulingan, yang meliputi minyak pemanas dan diesel, diperkirakan naik 1,3 juta barel.

McCarthy mengatakan, harga minyak tetap di bawah tekanan karena mengikis premi risiko yang melekat pada situasi tegang di Timur Tengah.

Minyak mentah Brent telah jatuh lebih dari USD3 sejak 3 Juli, setelah Perdana Menteri Libya sementara Abdullah Al-Thani menyatakan pihak berwenang telah kembali menguasai dua terminal ekspor yang diblokade pemberontak.

Analis mancatat port di Ras Lanuf dan Al-Sidra bisa menambah sekitar 500.000 barel minyak mentah per hari ke pasar energi global.

Sementara di Irak, pemberontak jihad yang telah menguasai sebagian besar wilayah utara dan barat belum berdampak pada aset minyak utama di selatan negara itu.

Irak adalah produsen terbesar kedua di 12 negara anggota OPEC, memompa sekitar 3,4 juta barel per hari dan memiliki lebih dari 11% cadangan terbukti dunia.

Minyak mentah berjangka telah jatuh pada Selasa karena kekhawatiran gangguan pasokan di Timur Tengah mereda, dengan ekspor Libya kembali pulih dan kerusuhan di Irak belum mempengaruhi ekspor.

"Kekhawatiran pasokan telah mereda di sesi terakhir sebagai risiko gangguan output Irak mereda, di mana Newswires melaporkan tidak ada kemajuan lebih lanjut dari pasukan militan terhadap ladang minyak selatan," jelas analis Sucden, Kash Kamal.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
52 menit yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
1 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
1 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
2 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
3 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved