Kinerja Reksa Dana Campuran di Bawah IHSG
Kamis, 10 Juli 2014 - 14:41 WIB
Kinerja Reksa Dana Campuran di Bawah IHSG
A
A
A
JAKARTA - Kinerja rata-rata reksa dana campuran selama enam bulan pertama tahun ini di bawah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Sejak awal tahun hingga akhir Juni tahun ini, kinerja rata-rata reksa dana campuran dari sisi imbal hasil (return) yang diberikan sekitar 9,9%, sedangkan IHSG memberikan return mencapai 14,1%.
Analis Riset PT Infovesta Utama Yosua Zisokhi mengatakan, reksa dana campuran tidak berkinerja sebaik IHSG karena selain memiliki portofolio saham, juga memiliki obligasi sebagai aset dasarnya.
“Kinerja obligasi yang tercermin pada Infovesta Government Bond Index sepanjang semester I tahun 2014 hanya memberikan return sebesar 1,45%,” kata Yosua, Kamis (10/7/2014).
Dia mengungkapkan, kupon rata-rata obligasi pemerintah tercatat tinggi, sehingga harga obligasi menurun. Mayoritas kupon tinggi karena suku bunga yang tinggi pada tahun ini.
Meskipun kinerja reksa dan campuran di bawah IHSG pada semester I tahun ini, namun masih lebih baik jika dibanding dengan kinerja reksa dana campuran pada periode yang sama tahun lalu. Menurut Yosua, baiknya kinerja semester I tahun 2014 didukung membaiknya sejumlah sentimen dari dalam maupun luar negeri.
“Kinerja saham dan obligasi pada semester I tahun ini juga lebih baik dari tahun lalu,” ungkapnya.
Sentimen positif lainnya yang mendukung kinerja reksa dana adalah membaiknya beberapa indikator ekonomi, seperti inflasi yang terkendali, kurs rupiah serta neraca perdagangan. Selain itu, redanya dampak dari kenaikan bahan bakar minyak (BBM) dan membaik harga komoditas turut mendorong perbaikan kinerja reksa dana pada semester I/2014.
Sejak awal tahun hingga akhir Juni tahun ini, kinerja rata-rata reksa dana campuran dari sisi imbal hasil (return) yang diberikan sekitar 9,9%, sedangkan IHSG memberikan return mencapai 14,1%.
Analis Riset PT Infovesta Utama Yosua Zisokhi mengatakan, reksa dana campuran tidak berkinerja sebaik IHSG karena selain memiliki portofolio saham, juga memiliki obligasi sebagai aset dasarnya.
“Kinerja obligasi yang tercermin pada Infovesta Government Bond Index sepanjang semester I tahun 2014 hanya memberikan return sebesar 1,45%,” kata Yosua, Kamis (10/7/2014).
Dia mengungkapkan, kupon rata-rata obligasi pemerintah tercatat tinggi, sehingga harga obligasi menurun. Mayoritas kupon tinggi karena suku bunga yang tinggi pada tahun ini.
Meskipun kinerja reksa dan campuran di bawah IHSG pada semester I tahun ini, namun masih lebih baik jika dibanding dengan kinerja reksa dana campuran pada periode yang sama tahun lalu. Menurut Yosua, baiknya kinerja semester I tahun 2014 didukung membaiknya sejumlah sentimen dari dalam maupun luar negeri.
“Kinerja saham dan obligasi pada semester I tahun ini juga lebih baik dari tahun lalu,” ungkapnya.
Sentimen positif lainnya yang mendukung kinerja reksa dana adalah membaiknya beberapa indikator ekonomi, seperti inflasi yang terkendali, kurs rupiah serta neraca perdagangan. Selain itu, redanya dampak dari kenaikan bahan bakar minyak (BBM) dan membaik harga komoditas turut mendorong perbaikan kinerja reksa dana pada semester I/2014.
(rna)
Lihat Juga :