Sentimen Pilpres Tak Pengaruhi Saham-saham MNC Group

Jum'at, 11 Juli 2014 - 20:33 WIB
Sentimen Pilpres Tak...
Sentimen Pilpres Tak Pengaruhi Saham-saham MNC Group
A A A
JAKARTA - Kepala Riset MNC Edwin Sebayang membantah turunnya saham-saham MNC Group pada perdagangan saham terakhir ini disebabkan sentimen negatif keberpihakan perusahaan terkait Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. Terbukti, pada perdagangan hari ini mayoritas saham emiten di bawah MNC Group berhasil naik.

Menurutnya, penurunan saham yang terjadi pada emiten di bawah MNC Group merupakan hal wajar terjadi di pasar, dan dialami banyak emiten. Di saat momen tertentu, ketika ada sentimen negatif dari sisi fundamental, investor akan akan melakukan aksi jual.

"Isu Pilpres akan menjadi sentimen negatif sesaat, karena pada dasarnya para investor mengerti bahwa emiten tidak berhubungan secara langsung dengan apa yang dilakukan Big Bos (Hary Tanoesoedibjo) perusahaan. Terbukti saat ini beberapa saham MNC Group naik," ujar Edwin dihubungi Sindonews, Jumat (11/7/2014).

Edwin menambahkan, dalam waktu dekat, saham-saham MNC Group akan terus membaik karena kesadaran investor dalam melihat saham-saham mana yang dinilai menguntungkan.

"Jadi saya tegaskan sepak terjang Pak Hary Tanoe di politik tidak berpengaruh signifikan terhadap saham-saham perusahaan MNC Group di bursa karena pengaruh Pilpres terhadap investor hanya sesaat atau temporary," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, saham sebagian besar emiten di bawah MNC Group yang kemarin sempat anjlok, pada perdagangan hari ini berhasil menguat di saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari terakhir pekan ini berakhir di zona merah dan jatuh terdalam di Asia.

Berdasarkan pantauan IHSG perdagangan hari ini, Jumat (11/7/2014), perusahaan MNC Group seperti PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) naik Rp75 menjadi Rp2.635, PT MNC Investama Tbk (BHIT) naik Rp4 menjadi Rp318, dan PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) naik Rp25 menjadi Rp895.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menilai, terkoreksinya pasar saham Indonesia termasuk saham MNC Group merupakan hal wajar. Menurutnya, ini hanyalah aksi ambil untung setelah terjadi kenaikan signifikan dalam beberapa hari kemarin.

"Secara umum saya tidak melihat ketegangan itu, upaya untuk stabilisasi menjaga pertumbuhan ekonomi yang baik terus dilakukan. Pelaku pasar profit taking itu wajar," ujar Agus.

Pada perdagangan hari ini, IHSG tergerus 65,41 poin atau 1,28% ke level 5.032,60. IHSG pagi tadi ini dibuka langsung tergelincir ke zona merah setelah kemarin berhasil mencetak rekor. IHSG melemah 32,61 poin atau 0,64% ke level 5.065,41 dan pada akhir sesi I, IHSG parkir pada level 5.013,45.

Sementara IHSG kemarin menguat 73,30 poin atau 1,46% ke level 5.098,01 didukung euforia pemilihan presiden (pilpres) kemarin dan dipertahankannya suku bunga acuan (BI rate). Penguatan IHSG kemarin di tengah variatifnya bursa Asia. Sementara hari ini, bursa Asia mayoritas memerah.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Miliki Visi Sejalan,...
Miliki Visi Sejalan, Lippo Group Mantapkan Kerjasama dengan MNC Group
Rangkaian HUT ke-34...
Rangkaian HUT ke-34 MNC Group dengan Menggelar Penanaman 500 Bibit Pohon
Syukuran Perayaan HUT...
Syukuran Perayaan HUT MNC Group ke 34, Hary Tanoesoedibjo Ucap Harapannya
MNC Peduli dan Posyandu...
MNC Peduli dan Posyandu Melati 9 Laksanakan Pemeriksaan Gizi Rutin
Pakar: Perlu Ada Aturan...
Pakar: Perlu Ada Aturan yang Lindungi Masyarakat di Platform Global
Hari Terakhir MNC Tech...
Hari Terakhir MNC Tech Forum Bahas Kreator Hingga Literasi Digital
Berita Terkini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
11 menit yang lalu
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
1 jam yang lalu
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
1 jam yang lalu
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
10 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
11 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
12 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved