Dana Promosi Pariwisita Dipangkas 11%

Selasa, 15 Juli 2014 - 19:25 WIB
Dana Promosi Pariwisita...
Dana Promosi Pariwisita Dipangkas 11%
A A A
DENPASAR - Pariwisata selalu membutuhkan promosi, namun anggaran untuk promosi pariwista tahun ini dipangkas sekitar 11%.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar mengatakan, porsi anggaran promosi pariwisata menurun dibandingakan 2013 sekitar Rp666 miliar, di mana tahun ini hanya Rp600 miliar.

Dipangkasnya anggaran promosi pariwisata karena perolehan dana APBN juga mengalami penurunan sehingga dana untuk promosi pariwisata dipotong.

"Ya anggaran promosi pariwisata kali ini lebih sedikit dibandingkan tahun lalu, dipangkas karena dana APBN tidak setinggi tahun lalu, akibatnya berimbas ke promosi pariwisata," terangnya pada diskusi selasa pariwisata di Bali Tourism Board di Renon, Denpasar, Selasa (15/7/2014).

Padahal, lanjut dia, promosi itu sangat dibutuhkan oleh pariwisata meskipun saat ini Indonesia sudah terkenal dimata dunia. Tujuan dari promosi adalah mengingatkan kepada masyarakat akan destinasi pariwisata itu sendiri.

Seperti halnya produk minuman, dari perusahaannya selalu mengiklankan produknya agar konsumen tidak lupa bahwa produk itu masih ada.

"Produk minuman tidak ada bedanya dengan produk pariwisata yang kami miliki ini. Destinasi wisata juga perlu promosi terus. tempat wisata jangan sampai ditinggalkan para wisatawan akibat tidak dipromosikan, atau sudah terlupakan," jelasnya.

Promosi tidak hanya dilakukan di luar negeri, tetapi juga dilakukan dalam negeri. Supaya masyarakat Indonesia tidak hanya melancong keluar negeri, namun mereka juga mengunjungi destinasi wisata di dalam negeri.

Saat ini saingan pariwisata Indonesia adalah Tailand yang bersaing di dunia budayanya dan kulinernya. Sedangkan Singapura bersaing di bidang Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sudah bekerja sama dengan swasta untuk melakukan promosi pariwisata. Pemerintah dan swasta harus bersinergi untuk memajukan industri pariwisata.

"Pemerintah dan swasta perlu adanya integrasi, pasalnya selama ini pemerintah menerima pajak dari swasta, sehingga pemerintah harus mendorong swasta," terangnya.

Sapta menjelaskan, pada dasarnya pariwisata membutuhkan promosi secara continue, baik langsung atau tidak langsung, seperti menggunakan media sosial, mulai dari facebook, twitter dan media sosial lainnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jadi Momok Wisatawan,...
Jadi Momok Wisatawan, Aturan Karantina Pariwisata Dihapus?
World Tourism Day 2020...
World Tourism Day 2020 Jadi Momentum Pengembangan Pariwisata di Pedesaan
Dongkrak Pariwisata,...
Dongkrak Pariwisata, Jabar Kembangkan 76 Objek Wisata Baru Berbasis Alam
Kehadiran Wahana Terbesar...
Kehadiran Wahana Terbesar Bakal Bangkitkan Pariwisata Bali
Dorong Pariwisata Indonesia...
Dorong Pariwisata Indonesia Makin Mendunia Lewat Konten YouTube
Industri Pariwisata...
Industri Pariwisata Bali Siap Jalani New Normal Pariwisata
Berita Terkini
Salah Pilih Rekening...
Salah Pilih Rekening Tujuan? Cara Batalkan Pencairan Pinjaman Kredivo
13 menit yang lalu
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
30 menit yang lalu
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
1 jam yang lalu
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
10 jam yang lalu
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
10 jam yang lalu
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
11 jam yang lalu
Infografis
11 Bandara Papua Ditutup...
11 Bandara Papua Ditutup Sementara Imbas Penembakan Pesawat Smart Air
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved