Fluktuasi Rupiah Tak Pengaruhi Belanja Modal MRT
Kamis, 17 Juli 2014 - 21:41 WIB
Fluktuasi Rupiah Tak Pengaruhi Belanja Modal MRT
A
A
A
JAKARTA - Direktur Utama PT MRT Jakarta, Dono Boestami mengungkapkan, nilai rupiah yang terkadang naik turun, tidak berpengaruh terhadap belanja modal untuk proyek MRT Jakarta.
Dia mengungkapkan, untuk proyek MRT yang sedang dibangun, itu agak lain karena semua risiko currancy, exchange rate itu adanya di pemerintah pusat.
"Nah di sini, pemerintah pusat yang meminjam. Pinjamannya pun dengan mata uang Japanese Yen (JPY). Dari pemerintah pusat waktu diteruskannya ke pemkot DKI," ujar dia di Jakarta, Kamis (17/7/2014).
Dono menambahkan, pihaknya dan pemerintah kota sudah ada perjanjian tersendiri dengan pihak Jepang yang membantu mereka dalam hal teknologi. "Ya, kita ada kontrak dengan pihak mereka, konstruksinya juga kita dengan mereka 70:30. Jadi ya harus menggunakan mata uang Yen," ujar dia.
Untuk masalah resiko, lanjut Dono, juga sebenarnya sudah ditanggung oleh pemerintah pusat semua. Karena pembayarannya juga langsung ke kontraktor.
"Jadi harusnya sudah oke, pinjamannya saja dalam bentuk Yen. Tapi kan pemerintah pusat melalui dirjen pengelolaan utang itu sudah memperhitungkan itu semua meskipun dalam bentuk Yen. Berarti dengan kata lain, di kita tidak ada pengaruhnya begitu juga dengan di pemkot untuk masalah fluktuasi rupiah," tandas dia.
Dia mengungkapkan, untuk proyek MRT yang sedang dibangun, itu agak lain karena semua risiko currancy, exchange rate itu adanya di pemerintah pusat.
"Nah di sini, pemerintah pusat yang meminjam. Pinjamannya pun dengan mata uang Japanese Yen (JPY). Dari pemerintah pusat waktu diteruskannya ke pemkot DKI," ujar dia di Jakarta, Kamis (17/7/2014).
Dono menambahkan, pihaknya dan pemerintah kota sudah ada perjanjian tersendiri dengan pihak Jepang yang membantu mereka dalam hal teknologi. "Ya, kita ada kontrak dengan pihak mereka, konstruksinya juga kita dengan mereka 70:30. Jadi ya harus menggunakan mata uang Yen," ujar dia.
Untuk masalah resiko, lanjut Dono, juga sebenarnya sudah ditanggung oleh pemerintah pusat semua. Karena pembayarannya juga langsung ke kontraktor.
"Jadi harusnya sudah oke, pinjamannya saja dalam bentuk Yen. Tapi kan pemerintah pusat melalui dirjen pengelolaan utang itu sudah memperhitungkan itu semua meskipun dalam bentuk Yen. Berarti dengan kata lain, di kita tidak ada pengaruhnya begitu juga dengan di pemkot untuk masalah fluktuasi rupiah," tandas dia.
(gpr)
Lihat Juga :